oleh

Nakes Mulai Divaksinasi Covid

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura ­mulai melakukan vaksinasi terhadap tenaga ­kesehatan, sebanyak 3.464 tenaga kesehatan (nakes) akan mendapatkan vaksinasi tahap pertama. ­Dokter Melva D. Sirat merupakan tenaga kesehatan pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19, Sinovac. 

Wali Kota Kota Jayapura  Benhur Tomi Mano, melaunching vaksinasi bagi 20 relawan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yang terdiri dari Wakil Wali Kota Rustan Saru dan sejumlah pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan, Sabtu (16/1) di Main Hall Kantor Walikota Jayapura.

Khusus untuk tenaga kesehatan, dokter Melva D Sirat  merupakan nakes pertama  di Kota Jayapura yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac. Ia meminta  masyarakat jangan takut divaksin, sebab ini adalah upaya pemerintah untuk melindungi warga dari ancaman Covid-19. “Masyarakat jangan takut divaksin, sebab ini adalah perlindungan yang diberikan negara kepada masyarakat untuk melindungi kita dari Covid-19,” kata dokter Melva D Sirat  yang sehari-harinya bertugas di Dinas Kesehatan Pokja Penanganan Covid-19.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengaku saat ini banyak beredar di media sosial tentang vaksin Sinovac yang meresahkan masyarakat, karena itu ia langsung memilih untuk divaksin pertama sehingga bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk divaksin.  “Saat ini banyak beredar berita di media sosial mengenai vaksin yang cukup meresahkan masyarakat, maka saya ingin langsung mencoba divaksin apakah itu layak atau tidak digunakan,” ucapnya. Setelah divaksin, selama 30 menit ternyata apa yang disampaikan selama ini tidak benar, tetap aman dan tidak gangguan apapun. “Jangan ragu dan jangan takut, mari kita vaksin bersama-sama,” ajaknya.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano,MM saat launching vaksinasi Covid-19 mengatakan, pandemi Covid-19 sudah hampir 1 tahun melanda dunia yang mengakibatkan banyak sendi-sendi kehidupan manusia mengalami perubahan. “Salah satunya memberi dampak besar bagi perekonomian, daya beli masyarakat menurun, adanya ketidakpastian yang berkepanjangan kepada dunia usaha, bahkan memberikan dampak di berbagai sektor seperti sosial, pariwisata, pendidikan dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, di Kota Jayapura berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19, komulatif positif per Jumat 15 Januari 2021 sebanyak 6.474 kasus, sembuh sebanyak 5.978 kasus, kasus aktif sebanyak 380 dan meninggal 116 orang. BTM mengatakan, tingkat kerentanan masyarakat semakin meningkat disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokoler kesehatan. “Perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit melalui upaya pemberian vaksinasi,” tandasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari dalam laporan mengatakan, kick off dimulainya vaksinasi Covid-19 di Kota Jayapura dilatarbelakangi tingginya penularan Covid-19 dan Kota Jayapura juga menempati angka kejadian yang tinggi di seluruh Indonesia. “Sampai saat ini Kota Jayapura sudah mencapai lebih dari 6.000 bahkan tadi malam 6.474 kasus, dan angka kesembuhan cukup tinggi 92%, angka kematian sebelumnya di tahun 2020 kita bertahan di 1, 6% jauh dari angka nasional yang sempat mencapai 5%.dan kabupaten tetangga juga mencapai 3%, namun di tahun 2021 angka kematian kita mencapai 1,8%, terjadi peningkatan,” ujarnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed