oleh

Naik Garuda Indonesia, Penumpang Wajib Vaksin

-Ekonomi-69 views

Terapkan Permenhub RI

SORONG – Kartu vaksin kini menjadi salah satu persyaratan dalam melakukan perjalanan. Sejumlah maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia mensyaratkan penumpangnya harus menunjukkan kartu vaksin.
Maskapai Garuda Indonesia termasuk salah satu maskapai penerbangan yang menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI dengan mempersyaratkan kartu vaksin bagi penumpangnya. Kebijakan tersebut menyesuaikan dengan iapa yang tertuang dalam edaran tersebut, bahwa untuk perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali wajib menyertakan bukti vaksin dan hasil PCR negatif. Bahkan, saat ini penumpang maskapai Garuda Indonesia yang terbang dari Jakarta juga bisa mengikuti vaksinasi di Bandara Soeta. Khusus untuk penumpang Garuda Indonesia, tersedia di terminal 3. Penumpang yang ingin melakukan vaksinasi di Bandara Soeta, bisa datang lebih awal sekitar 4 jam sebelum keberangkatan.

“Kami mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, makanya khusus untuk penumpang yang terbang dari Jakarta, kami juga menyediakan fasilitas vaksinasi di bandara untuk mempermudah mereka. Penumpang yang ingin melakukan vaksinasi di Bandara Soeta, bisa datang lebih awal sekitar 4 jam sebelum keberangkatan,” jelas Gallus.
Namun, peraturan tersebut belum diberlakukan di Sorong, sebab belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Sorong. Selain bagi penumpang, seluruh kru pesawat juga diwajibkan mengikuti vaksinasi sejak jauh hari. Garuda Indonesia merupakan maskapai pertama yang mengharuskan seluruh kru mengikuti vaksinasi. Hal ini senada dengan tagline-nya, yakni ‘Terbang Sehat Bersama Garuda’.

“Terbang sehat artinya, kru sehat, penumpang juga sehat. Makanya mengapa vaksinasi ini kami wajibkan kepada seluruh kru. Ini kita lakukan agar semua penumpang merasa nyaman dan tidak was-was selama melakukan perjalanan penerbangan bersama Garuda Indonesia,” ungkapnya.
Meskipun terjamin aman, namun dampak dari diberlakukannya penerapan permenhub tersebut berdampak pada menurunnya penjualan tiket. Di Sorong sendiri, berdampak pada dikuranginya jadwal terbang dan rutenya.

“Tetap ada penurunan jumlah penumpang karena diberlakukannya aturan ini, mungkin masyarakat jadi berfikir dua kali ketika hendak melakukan perjalanan kecuali untuk urusan yang memang urgen. Di Sorong juga jadwal penerbangan berubah, biasanya 6 hari seminggu. Sekarang jadwal terbang dikurangi hanya 3-4 kali saja, dengan melayani rute Sorong-Jakarta dan sebaliknya,” bebernya.
Kendati jumlah penumpang menurun, namun Garuda Indonesia tetap optimis mendukung kegiatan bisnis cargonya. Gallus menambahkan, bahwa laju kegiatan ekspor yang sangat erat kaitannya dengan perekonomian tetap harus berjalan di masa pandemi. Jangan sampai dengan kondisi masyarakat yang sulit, perekonomian juga ikut tumbang. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed