oleh

MUI Serukan Masjid Patuhi Protokol Kesehatan

SORONG – Wali Kota Sorong Drs.Ec Lambert Jitmau,MM mengeluarkan surat edaran (SE) yang memperbolehkan umat beragama di Kota Sorong menjalankan ibadah di tempat peribadatan, namun jumlahnya dibatasi maksimal 50 orang. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Ustad Agung Sibela,S.Ag menyampaikan dukungan MUI terhadap SE tersebut.  “Saat forum rapat resmi terkait pembahasan tersebut, seluruh pemuka agama hadir termasuk MUI dan kami mendukung kebijakan yang diambil oleh Wali Kota,” kata Agung Sibela kepada Radar Sorong, Kamis (28/5). 

Menurutnya, dukungan diberikan dengan pertimbangan selama ini masyarakat sudah berikhtiar melakukan segala sesuatu sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga pendekatan dengan Tuhan juga perlu dilakukan, salah satunya melalui tempat ibadah yang merupakan tempat kebaikan.  “Dalam Islam, Ikhtiar itu penting dan harus. Kita semua sudah melakukan ikhtiar dengan menerapkan protokol kesehatan, tinggal pendekatan dengan Tuhan di tempat Ibadah yang menjadi tempat kebaikan,” jelasnya.

Dukungan terhadap SE tersebut akan ditindaklanjuti MUI Kota Sorong melalui surat edaran seperti yang disampaikan beberapa waktu lalu, pelaksanaan ibadah di Masjid/Musholla juga harus dibarengi dengan protokol kesehatan yang wajib untuk dilaksanakan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami dari MUI Kota Sorong juga akan mengeluarkan surat edaran untuk mendukung surat edaran Wali Kota Sorong,” ujarnya. 

Masjid dan musholla diharapkan tetap menjaga kebersihan dengan melakukan pembersihan ataupun penyemprotan disinfektan secara teratur, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, penggunaan masker hingga mengecek suhu tubuh jemaah yang hendak melaksanakan ibadah berjamaah.  

Mengenai pembatasan jarak dalam pelaksanaan ibadah, Agung Sibela mengatakan jarak dalam pelaksanaan salat tidak membatalkan salat, namun fadilah berjamaahnya yang tidak didapat. “Kalau dalam kaidah fikih Islam, salat berjamaah musti rapat. Tapi tetap sah salatnya karena kondisinya saat ini yang mengharuskan kita seperti itu, jadi tidak apa-apa,” jelasnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Sorong mengeluarkan SE yang memperbolehkan seluruh umat beragama yang tinggal di Kota Sorong menjalankan ibadah di tempat peribadatan.  Pembukaan tempat ibadah ini diizinkan oleh Wali Kota Sorong dengan mengeluarkan SE yang berisikan 8 poin. Pertama, jumlah umat yang beribadah dibatasi maksimal 50 orang sekali beribadah. Keuda, alur masuk dan keluar tempat peribadatan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan jemaah. Ketiga, sebelum memasuki tempat peribadatan, dilakukan pengecekan suhu tubuh apabila melebih 37,3 derajat maka dilarang mengikuti ibadah.

Keempat, setiap tempat peribadatan wajib menyiapkan tempat cuci tangan dan setiap warga jemaah wajib mencuci tangan dan wajib menggunakan masker sebelum masuk ke tempat peribadatan. Kelima, menjaga jarak antara umat yang melakukan peribadatan minimal 1 meter. Keenam, sebelum dan sesudah melaksanakan peribadatan, wajib untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di area tempat peribadatan. Ketujuh, jalannya ibadah di rumah ibadah dapat menggunakan pengeras suara. Kedelapan seluruh kegiatan peribadatan wajib mengikuti protokol kesehatan.

“Ibadah bisa dilaksanakan 2 sampai 3 kali sekali, namun sekali ibadah hanya boleh menampung maskimal 50 orang saja. Beribadah kepada Tuhan yang memberikan napas ini, kalau ada tempat ibadah tapi tidak beribadah itu bagimana?, semuanya tinggal diatur saja,” kata Lambert Jitmau kepada wartawan, kemarin.

Wali Kota mengingatkan seluruh pimpinan di masjid/musholla maupun gereja agar memperhatikan instruksi yang mempersilahkan adanya ibadah di rumah ibadah. Lambert mengakui pada Rabu (27/5) dirinya sudah mengadakan rapat bersama tokoh agama di Kota Sorong dan sudah mengambil keputusan. “Kalau bisa gereja-gereja juga menggunakan towa seperti masjid-masjid biar orang yang ada di dekat gereja pun bisa mengikuti ibadah,” pungkasnya. (nam/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed