oleh

Miras jadi Sorotan Parah Tokoh

-Metro-189 views

SORONG-Minuman Keras (Miras) lokal dianggap sangat berbahaya karena menjadi penyebab terganggunya Kamtibmas di wilayah Kota Sorong. Hal tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertempat di lapangan Apel, Mapolres Sorong Kota, Sabtu (24/4).

Pantauan Radar Sorong, dalam FGD tersebut para peserta mengeluhkan terkait Miras Lokal seperti Cap Tikus dan lain sebagainya yang beredar secara ilegal di wilayah Kota Sorong, hal ini dinilai menghancurkan generasi muda dan menimbulkan tindak pidana lain seperti perkelahian hingga menyebabkan kematian.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Para peserta juga turut mendeklarasikan 3 poin, pertama siap menjaga memelihara serta memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Sorong, kedua, mewujudkan keharmonisan hubungan keakraban antara sesama anak bangsa tanpa membedakan suku ras agama dan antar golongan. Ketiga, tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, diakhiri dengan penandatanganan deklarasi oleh peserta FGD.

Salah satu peserta perwakilan Ikatan Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Kei mengatakan Perda nomor 3 tahum 2015 dibuat hanya  untuk meneertibkan penjualan miras, bukan melarang penjualan miras.

 “Artinya, mabuk boleh asalkan tertib. Oleh karena itu, seharusnya Perda ini sudah direvisi. Harusnya legislatif dihadirkan agar tahu bahwa selama ini masih ada Perda yang bermasalah karena tidak mampu menjawab permasalahan masyarakat,”jelasnya dalam pertemuan, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.IK.,MH menjelaskan berdasarkan analisasnya situasi Kota Sorong belakangan ini menunjukkan eskalasi, paska kejadian penusukan hingga korban meninggal dunia, dan disusul selang 2 hari kejadian di Km 17 Kota Sorong.

“Dengan kejadian ini saya mengambil langkah-langkah untuk mengumpulkan unsur TNI, Akademisi, tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk sama-sama perduli dan menjaga  Kamtibmas di Kota Sorong,”ujarnya. 

Dari hasil diskusi, kata Kapolres, ini, tambah Ary yang menjadi permasalahannya adalah miras yang menjadi pemicu, sebab semua kejadian diawali dengan miras. Khususnya, minuman lokal seperti cap tikus dan jenis lainnya.

Assisten II Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin mengatakan hasil diskusi serta penyampaian dari para peserta akan dirangkum untuk kemudian diberikan kepada pimpinan dalam hal ini Wali Kota Sorong.

“Terkait Perda miras yang sudah lama juga akan kami sampaikan, nanti akan menjadi masukan ke pimpinan, agar Perda Miras akan dievaluasi kembali,”terangnya.

Ditempat terpisah, Ketua GMNI Kota Sorong Remon Yekwam menegaskan bahwa Wali Kota Sorong gagal dalam menjalankan Perda Miras yang telah disahkan hampir 6 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tindak pidana pembunuhan serta perkelahian yang berawal karena miras. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed