oleh

Mimika Ibukota Provinsi Papua Tengah

TIMIKA – Tindaklanjut proses pengaktifan kembali Provinsi Papua Tengah, para Bupati di wilayah adat Mee Pago menggelar pertemuan yang diinisiasi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH.  Pertemuan yang digelar di Hotel Grand Mozza, Kamis (4/2) untuk menegaskan Mimika sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah.  

Pertemuan ini dipimpin Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Willem Wandik, Wakil Bupati Intan Jaya, Ketua DPRD Mimika, Ketua DPRD Puncak, tokoh masyarakat dan pejabat daru beberapa daerah. 

Bupati Eltinus Omaleng menegaskan bahwa pertemuan sebagai lanjutan dari hasil kesepakatan tujuh bupati pada 1 November 2019 lalu di Mimika. Diantaranya Bupati Mimika, Bupati Nabire, Wakil Bupati Paniai, Bupati Dogiyai, Wabup Deiyai, Bupati Intan Jaya dan Bupati Puncak. 

Dalam pertemuan itu Bupati Omaleng membacakan hasil kesepakatan para kepala daerah dimana salah satunya menetapkan Mimika sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah. Itu juga berdasarkan UU 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah yang berkedudukan di Mimika. ”Jadi jangan dibawa kemana-kamana dan bukan dimana-mana. Kesepakatan sudah ditandatangan, cap dan itu sah. Jadi ibukota di Mimika,” tegasnya.

Bahkan melalui pertemuan lanjutan ini para Bupati juga mendapat dukungan dari Ketua DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh perempuan serta lembaga adat seperti Lemasa dan Lemasko yang semuanya satu hati mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengan dengan ibukota Mimika.  Hasil kesepakatan bersama dan dukungan ini selanjutnya akan dibawa ke MRP, DPR Papua, Gubernur Papua untuk mendapatkan rekomendasi. Selanjutnya tim akan berangkat ke Jakarta bertemu langsung dengan Menteri Dalam Negeri. 

Bupati Omaleng menegaskan terpilihnya Mimika sebagai ibukota itu berdasarkan hasil kajian. Sebagai bentuk kesiapan, Pemda Mimika sudah mempersiapkan Kantor Pusat Pemerintahan di SP 3 sekarang ini menjadi Kantor Provinsi Papua Tengah. Sementara kantor Bupati Mimika akan dikembalikan ke kantor lama di SP 5. 

Bupati Puncak, Willem Wandik juga menegaskan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa kesepakatan sudah ada dan itu tidak akan berubah. Adanya dinamika yang berkembang karena ada sekelompok orang yang membuang isu untuk menghambat proses pemekaran. Tapi ia menegaskan bahwa semua proses, tahapan sudah dipenuhi sehingga Papua Tengah layak dibentuk dengan ibukota di Mimika. Adapun pertemuan yang hanya dihadiri tiga kepala daerah ditegaskan Willem Wandik, bukan karena tidak mendukung tapi karena kesibukan. ”Kita semua punya hati yang sama,” ujarnya.

Mimika lanjut Willem Wandik, sangat layak menjadi ibukota Papua Tengah. Selain letaknya yang strategis dan menjadi penyangga bagi kabupaten di wilayah pegunungan Papua, tapi juga dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kata dia Mimika memiliki potensi besar dengan keberadaan PT Freeport Indonesia. itu terbukti dari besaran APBD Mimika yang selama ini dimanfaatkan untuk pembangunan. “Maka tidak ada alasan lain lagi, ibukota harus di Mimika, tidak boleh bermain dengan politik,” tegasnya. 

Wakil Bupati Intan Jaya, Pdt Yan Kobogoyau menegaskan Kabupaten Intan Jaya tetap konsisten mendukung Mimika sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah. Sebab dari berbagai aspek Mimika sangat menentukan dalam perkembangan wilayah Papua terutama wilayah ­pegunungan. 

Papua Tengah sudah ada tinggal diaktifkan. Sehingga ia meminta papan nama Provinsi Papua Tengah harus tetap ada. “Bagi para Bupati se wilayah adat Mee Pago pada prinsipnya mendukung. Justru bergandengan tangan perjuangan. Sehingga bagaimana kita membenahi eratkan persatuan, kekompakan untuk lebih goal lagi,” ungkapnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed