oleh

Meski PB Aman, TNI Jangan Lengah

Pangkogabwilhan III : Jangan Pernah Kita Menganggap Aman 100 Persen karena akan Menimbulkan Kelengahan

SORONG – Mengantisipasi kemungkinan masuknya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke wilayah Papua Barat, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Agus Rohman,S.IP,M.IP menegaskan pihaknya akan terus memonitor kemungkinan tersebut.

“Namanya KKB terpecah dalam beberapa kelompok yakni ada yang kelompok politik, kelompok bersenjata maupun kelompok lainnya. Kami terus memonitor kemungkinan tersebut, kita juga tidak mau saling tembak dan adanya korban, saya hanya ingin damai. Mari kita hidup bersama, bekerja bersama. Karena semakin kita banyak bermusuhan, Tuhan juga murka dan menghilangkan keberkahan,” kata Letjen TNI Agus Rohman usai apel gelar pasukan pasukan gabungan di dermaga Koarmada III, Kamis (10/6).

Menanyakan terkait, penambahan jumlah pasukan di wilayah Papua Barat guna mengantisipasi masuknya KKB, Pangkogabwilhan III mengatakan penambahan pasukan tergantung situasi Papua Barat. Tetapi, jika mungkin permasalahan semakin reda, maka bisa saja pasukan ditarik kembali. “Kalau situasi redah kami dapat menarik pasukan. Karena, masalah keamanan dan fiscal merupakan tanggungjawab pusat,” ujarnya.

Pangkogabwilhan III menilai hingga saat ini di wilayah Papua Barat memang tidak terlalu bergejok, namun bukan berarti  prajurit TNI lengah. Oleh sebab itu, kedatangannya ke Sorong juga untuk memastikan di wilayah Kogabwilhan III selalu siaga dan siap sedia. ”Jangan pernah kita menganggap aman 100 persen, karena kalau kita anggap aman 100 akan menimbulkan suatu kelengahan, karena tugas kita melindungi segenap warga negara,” tegasnya.

Terkait pengerahan pasukan untuk memerangi KKB di wilayah Papua, Pangkogabwilhan III mengatakan sesuai dengan taktik dan strategi yang dimiliki. Berbicara hal tersebut, tentunya masing-masing memiliki cara dan karakter. “Kalau bermain di hutan yah perang hutan, tetapi kalau di kota yah bermain politik semua tergantung bagaimana kitanya. Namun pada dasarnya kami tidak ingin melukai masyarakat,” tandasnya.

Pangkogabwilhan III menegaskan, pada dasarnya kehadiran TNI di wilayah Papua maupun Papua Barat bukan untuk mencari kerjaan, akan tetapi kehadiran TNI murni untuk melindungi masyarakat agar masyarakat merasa nyaman, damai dan tentram. Karena dengan adanya kedamaian maka menimbulkan kesejahteraan. Contohnya, saat ini yang sedang digalakkan Presiden Joko Widodo yakni jalan Trans Papua agar Papua semakin maju. “Semoga segera terwujud kalau tidak ada gangguan di jalan. Sehingga yang tadinya masyarakat menggunakan transportasi udara, namun dengan adanya jalan trans Papua, bisa menggunakan transportasi darat sehingga kosnya akan lebih murah, jalan semakin ramai dan akan memajukan Papua,”tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi suatu suku manapun, sebab meskipun berbeda suku namun masih dalam satu wadah Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun dalam tujuan yang sama dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi lebih ­baik. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed