oleh

Menyusuri Panorama Wisata di Misool (Habis)

Mandi Bareng di Banos

Tim Maritim dan MT Mutmainah, terakhir memanjakan diri di Misool dengan menikmati indahnya pasir putih Pulau Banos. 

—————————————–

PMB OPBJJ-UT Sorong

Walau semua spot-spot wisata bisa untuk mandi, namun di spot-spot wisata seperti Gua Keramat, dermaga Puncak Harfat, Dermaga Danau Love, Dermaga Batu Kelamin, pantau Bukit Putri Merenung maupun di Namlol atau batu dinosaurus bisa untuk mandi-mandi, tapi ini betul berbeda suasananya. Kalau di spot-spot tersebut hanya sebagian kecil yang mandi, lain dengan di Banos.

Semua rombongan kecuali motoris, menceburkan diri di laut yang airnya jernih dengan pasir putihnya. Waktu mandipun cukup lama, mungkin karena sebagai sport terakhir. Setelah puas dengan mandi-mandi diakhir dengan sesi foto bersama sebelum kembali home stay Nut Tonton. 

Sampai Nut Tonton pun masih banyak yang kembali menceburkan diri ke laut sambil menunggu antrian ke kamar mandi. Maklum hanya ada enam kamar mandi sedangkan rombongan ada sekitar 42 orang.

Bahkan salah satu anggota rombongan, Zulkisman menyeletuk di sini ada ’’raja njebur’’. Karena ada satu wisatawan yang setiap sampai di sport atau objek wisata langsung melompat mencebur ke laut alias mandi.  Ia betul-betul mau menikmati semua keindahan air laut yang jernih di kepulauan Misool. ’’Pak Haji jadi raja njebur,’’ ungkap Zulkisman.

Tidak lama sampai Nut Tonton,  hujan pun turun. Banyak juga yang memanfaatkan air hujan untuk membilas badan maupun cuci rambut. Ini mengingatkan penulis dulu waktu masih usia sekolah saat hujan mandi di pancuran air hujan.  Begitu pun di Nut Tonton, beberapa ibu-ibu cuci rambut dengan air hujan yang mengucur dari atap home stay yang terbuat dari daun sagu. Ada juga yang memanfaatkan payung guna menampung air hujan untuk mandi.

Usai makan malam dengan ikan bubara bakar colo-colo dan sambal mangga dipadu sayur lodeh terasa lezaat sekali. Setelah perut terisi, banyak yang menikmati teh maupun minuman jahe di teras home stay. Ada pula yang lanjut mancing dan lainnya. Entah karena kelelahan keliling sport satu ke sport lainnya, malam kedua terasa cepat sepi dan masuk kamar untuk istirahat.

Pagi harinya biasa habis sholat subuh di dermaga ada yang senam, minum teh, maupun foto-foto di dermaga sambil menunggu datangnya sunrise. Usai sarapan semua kemas-kemas barang untuk ke Sorong dengan Bahari Express. Sebelum bertolak ke Sorong memanfaatkan panorama keindahan Nut Tonton dengan foto bareng. (Tupono/hbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed