oleh

Menyusuri Panorama Wisata di Misool (4)

Ada Batu Kelamin dan Dinosaurus

Misool betul-betul memiliki objek wisata yang tidak habis-habisnya. Kalau Cuma sehari dijamin tidak akan bisa menikmati semua keindahan surga dunia di sana. Tapi rombongan kami cukup beruntung, walau hanya tour sehari bisa menjangkau beberapa sport-sport wisata yang sangat indah.

———————————————

Hanya sekitar 300 meter dari dermaga Geosite Dafalen/Danau Love kami disuguhkan dengan pemandangan batu berdiri seperti pencil, namun semakin dekat, batu itu seperti kelaminnya laki-laki. Untuk itu orang-orang menyebutnya dengan batu kelamin.  

Kebetulan di dermaga ada home stay yang bisa digunakan untuk sholat luhur dan istirahat makan siang. Karena tidak semua ibu-ibu membawa perlengkapan untuk solat, akhirnya sholatpun dilakukan secara bergantian dan tidak bisa berjamaah sekaligus. Waktu yang dipakai pun tentu lebih lama.

Selain batu kelamin ini disebelahnya juga ada batu-batu seperti dipahat yang bagus sekali mirip pure yang ada di Bali. Tapi di sport ini rombongan terlihat kurang begitu antusias untuk berfoto, mungkin Karena pas tengah hari dan tentu saja sudah pada kelelahan mendaki tangga 1000 atau Puncak Harfat dan tangga ke Danau Love.

Perlanjanan dilanjutkan sekitar 25 menit menuju sport Gua Putri Termenung. Untuk ke Gua Termenung ini wisatawan disambut dengan hamparan pasir putih di pinggir pantainya dan beberapa pohon kelapa. Dari beberapa objek wisata yang kami kunjungi baru kali ini dapat pohon kelapa, di tempat lainnya terlihat batu-batu cadas. 

Untuk mencapai gua ini harus melewati jalan setapak yang begitu terjal dan memiliki kemiringan sekitar 70 derajat. Untung ada pohon-pohon yang bisa dijadikan pegangan untuk memanjatnya. Jalan terjal sekitar 15 meter ini berupa batu dan tanah merah, sehiggga kalau hujan akan licin.

Sampai di pintu gua terlihat banyak rokok-rokok dan uang ditaruh diatas batu. Dan untuk masuk kedalam Gua Putri termenung ini kita harus dengan menunduk atau membungkukkan badan dan harus hati-hati. Kalau tidak punggung bisa terluka tergores batu stalaktit. Pengunjungpun harus menunduk sepanjang sekitar 30. Setelah itu keluar gua dan masuk lagi ke gua yang ada batu stalakmit seperti seorang putri yang lagi termenung. 

Karena batu stalakmit yang menyerupai putri lagi termenung itulah, objek wisata yang satu ini pun dinamakan dengan sebutan Bukit Putri Termenung.

Puas dengan Bukit Putri Termenung, rombongan menuju sport yang dinanti-nantikan, yakni pulau karang yang bentuknya menyerupai binatang purba dinosaurus. Perjalanan ke Namlool tempat batu dinosaurus speedboat pun sedikit goyang akibat melawan arus. Tidak berapa lama, tiba di Namlool tempat batu karang dinosaurus berada. 

Pulau-pulau terlihat indah berada di atas air, akan terasa lebih indah lagi kalau air lautnya surut dan batu-batu karang itu akan dikelilingi pasir-pasir putih. Walau air tidak surut kami pun tetap bersemangat berfoto ria maupun berswafoto dari atas speedboat maupun turun sambil berenang. Akhirnya pada menceburkan diri ke laut berfoto ria dan berenang. Apalagi airnya sangat jernih sekali. Aksi jeprat jepret terganggu dengan turunnnya  hujan. Alhamdulillah hujan hanya sebentar dan bisa berlanjut dengan mengeksploitasi pemandangan yang sangat indah ini. (Tupono/bersambung) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed