oleh

Menyusuri Panorama Wisata di Misool (3)

Ada Tangga 1000 dan Batu Pengantin

Yang memiliki stamina bagus dan hobi naik gunung Misool juga sangat cocok. Raja Ampat Utara (Kepulauan Waigeo) memiliki Wayag dan Piaynemo, Misool juga punya.

————————————–

Setelah speedboat meliak-liuk menyusuri celah-celah pulau karst dari Goa Tengkorak, lanjut ke tebing telapak tangan. Dengan dinding yang tegak 90 derajat itu seperti tidak mungkin kalau telapak tangan yang berwarna merah sebagai buatan manusia biasa. Objek wisata ini pun langsung dijadikan bidikan wisatawan, termasuk penulis.

Puas dengan mengabadikan dinding telapak tangan perjalanan lanjut ke pucak Harfat ~menurut tour guide Arsyad Macab~, kepanjangan suami istri Harun dan Fatimah. Untuk mencapai puncak Harfat ini oleh Taman Nasional sudah disiapkan tangga sampai puncak.

Namun, bukan langkah ringan untuk sampai ke puncak, stamina harus betul-betul fit agar bisa sampai. Puncak Harfat ini juga disebut dengan tangga 1000, mengingat jumlah anak tangganya memang banyak sekali. Penulis perkirakan ketinggian puncaknya lebih dari 100 meter dari permukaan laut.

Sampai di puncak terasa terbayar rasa lelah menaiki ratusan anak tangga dengan pemandangan yang sangat indah. Kita bisa melihat ke empat arah mata angin semua pemandangan bagus-bagus. Karena ada gugusan pulau-pulau kecil dan  air laut yang warna warni, menambah keindahan seperti di Wayag atau Peanemo.

Puas dengan jeprat jepret di Puncak Harfat, kini harus menuruni ratusan anak tangga untuk menuju speedboat dan melanjutkan ke sport-sport lain yang tidak kalah indahnya.

Menyusuri selat di tengah-tengah karst yang indah seperti candi-candi, seakan kita tidak ingin meninggalkannya. Akhirnya sampai di karang yang menyerupai pasangan pengantin. Motoris bilang ini adalah batu pengantin. Untuk menikmati keindahan batu pengantin ini cukup dari atas speedboat saja sebelum melanjutkan ke Danau Love atau Geosite Dafalen. 

Untuk menyaksikan Danau Love ini, lagi-lagi harus naik anak tangga yang banyak. Tapi tidak seperti di Puncak Harfat yang tangganya sampai di puncak,  di sini anak tangga baru setengat perjalanan. Bahkan anak tangga yang satu ke anak tangga lainnya cukup tinggi, ini tentu cukup menguras energi. Penulis pun harus beberapa kali istirahat.

Setelah susah payah akhirnya sampai di puncak bersama Zulkisman dan lima orang lainnya termasuk motoris. Dari rombongan sebanyak 42 orang yang naik ke puncak hanya tujuh orang saja.

Tapi sampai di atas rasa lelah langsung hilang melihat Danau Love dari ketinggian. Apalagi danau itu hanya dipisahkan dengan dinding batu tipis yang berdiri kokoh menambah keindahan. Kalau air laut surut pemandangan Danau Love yang dikelilingi pasir putih akan terlihat lebih mempesona lagi. (Tupono/bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed