oleh

Menunggu Parpol Koalisi Bergerak

Mengenai rencana DPRD Maybrat membentuk Pansus Pemilihan Wakil Bupati, Bupati Maybrat Drs Bernard Sagrim,MM menyatakan bahwa pansus belum bisa bekerja kalau di tingkat partai politik pengusung saat pilkada lalu, belum bekerja. “Pansus tidak akan berfungsi kalau partai politik belum bergerak, karena  pengajuan calon wakil bupati berada di ranah-nya partai politik, terutama partai politik koalisi SAKO. Kalau dalam konteks Maybrat, PDIP sebagai partai pengusung, lalu Golkar, PKS dan Nasdem sebagai partai koalisi,” jelas Bernard Sagrim saat diwawancarai wartawan usai menyerahkan insentif para tokoh di Kumurkek, baru-baru ini.

Menurutnya, setelah koalisi partai politik mengusulkan sejumlah nama calon, tidak serta merta langsung diserahkan kepada pansus untuk bekerja, tetapi ada tahapan lanjutan yang harus dikerjakan di ranah partai koalisi,  yakni mengkonsultasikan nama-nama calon secara berjenjang ke pengurus partai di tingkat provinsi dan pusat. “Parpol ini kan bukan hanya Maybrat yang putuskan, dibicarakan secara berjenjang ke provinsi sampai di pusat, karena ini soal pergantian wakil kepala daerah,” jelas Sagrim.

Karena itu, ia mengharapkan kepada semua pihak agar bersabar. Pemerintah daerah Kabupaten Maybrat tentunya akan bersinergi dengan parpol koalisi agar secepatnya melakukan rapat dengar pendapat membicarakan kira-kira siapa sosok yang pantas mendapat rekomendasi untuk diusulkan menduduki jabatan Wakil Bupati Maybrat. “Partai koalisi duduk bicara, siapa saja nama yang diputuskan, pertimbangannya apa saja. Setelah diputuskan di Maybrat, kita konsultasikan lagi ke pengurus parpol tingkat provinsi, nanti provinsi yang melanjutkan ke pusat. Hasilnya nanti seperti apa, barulah diserahkan ke lembaga DPRD melalui pansus,” jelas Sagrim yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maybrat. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed