oleh

Menko PMK : Wabah Covid-19 Dihadapi Seperti Perang

MANOKWARI-Pemerintah sedang merancang strategi penanganan Covid-19 dan dampaknya. Menteri Koordinator PMK (Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan) mengatakan dalam penanganan Covid-19 dan dampaknya  ada 2 undang-undang penanganan Covid-19 sebagai bagian dari bencana non alam.

“Covid-19 ini dinyatakan sebagai darurat kesehatan dan bencana non alam. Maka pelaku utama penanganan di lapangan BNPB dan Kementerian Kesehatan,” ujar Menko PMK pada pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, Selasa (7/7/2020) di Aston Niu Hotel Manokwari.

Juga ada instansi yang tangani jaring pengaman sosial, pelaku utamanya Kemensos dan Kemendes. Ada juga yang tangani darurat ekonomi, agar masyarakat dapat bertahan hidup. “Menjaga stabilitas ekonomi dan masyarakat dapat bertahan di tengah ancaman pendemi,” paparnya.

Pemerintah menerapkan new normal dengan maksud agar perekonomian kembali bergairah. Namun dalam penerapan new normal ini harus dinikmati hal-hal baru seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Ada banyak kekuatan pendukung dalam melaksanakan fase new normal. Wabah Covid-19 bagai menghadapi perang menghadapi musuh tak kelihatan. “Kita menghadapi perang yang tak lazim,” kata Muhajir.

Dalam penanganan Covid-19 baik dampak kesehatan, ekonomi dan sosia harus berjalan seiring dan simultan. “Perang terhadap Covid-19 tak mengenal waktu bila perlu 24 jam. Kalau ada kasus harus segera ditangani jangan ditunda-tunda.

Problem yang terjadi sekarang, masyarakat kurang mematuhi protokol kesehatan. Menko PMK berharap Pemda menerbitkan Perda untuk tertibkan masyarakat agar patuh.(La Ode Mursidin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed