Mengulik Transisi Pandemi ke Endemi, Virus yang Tidak Bisa ‘Terbantahkan’!

radarsorongnews.com – Sejumlah negara sedang mengalami kasus pandemi Covid-19 yang tinggi, sama hal nya dengan negara Indonesia. Seolah, penyebaran virus tidak bisa dihentikan dan tidak ‘terbantahkan’ sedikitpun. Dan berkaitan akan hal tersebut, rupanya banyak negara yang sudah mulai merencanakan skenario transisi pandemi ke endemi. Hal ini bertujuan untuk segera mengakhiri masa pandemi yang semakin tidak terkendali dan menyebabkan kekhawatiran tinggi oleh berbagai macam kalangan dan kategori usia. 

Bahkan, beberapa negara di Eropa, Asia, maupun Amerika Serikat, sudah mulai melonggarkan beberapa aturan yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Tidak berhenti di situ saja, beberapa negaranya juga sudah mulai mendeklarasikan secara publik bahwasanya pandemi akan segera ‘berakhir’. Indonesia, menurut Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, menyebutkan bahwa pemerintahan Indonesia juga sudah memiliki skenario khusus mengubah pandemi ke endemi demi memberikan kelonggaran terhadap masyarakat Tanah Air. 

Pernyataan ini juga sudah disampaikan secara langsung oleh Luhut ketika sedang menghadiri acara konferensi pers evaluasi PPKM secara daring, pada Senin, 21 Februari 2022 kemarin. Lantas, bagaimana perubahan gaya hidup apabila pandemi Covid-19 diubah dan dikategorikan sebagai endemi? Apakah ada pola perilaku masyarakat yang kembali terkejut dan seolah di paksa secara nyata untuk mengikuti perkembangan gaya hidup tersebut? Berikut adalah ulasan lengkapnya untuk anda.

Mengulik Transisi Pandemi ke Endemi ( Sumber Foto : liputan6 )

Penjelasan Epidemiolog Tentang Transisi Pandemi ke Endemi

 

Menanggapi begitu banyaknya pertanyaan setelah skenario rancangan Indonesia dikuak oleh Luhut, Dicky Budiman, selaku Epidemiolog Griffith University Australia, mengatakan bahwasanya transisi pandemi menuju endemi masih memiliki peluang untuk diberlakukan di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan fakta ilmiah, mengatakan bahwasanya pandemi Covid-19 sangat efektif untuk dikategorikan sebagai kasus endemi, yang mana manusia bisa dengan mudah hidup berdampingan di samping virus Corona yang tidak terlihat itu. 

Hal yang sama juga disetujui oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Negara Amerika Serikat, yakni Rochelle Walensky. Ia menuturkan, bahwasanya kondisi Covid-19 tidak akan menjadi pandemi kembali dan berubah atas kategori endemi yang sama layaknya kasus penyebaran influenza di tengah musim dingin atau musim pancaroba. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa penyebaran kasus influenza di bumi tidak bisa dipungkiri sedikitpun. 

“Kami sudah mengalami begitu banyak penyakit menyebar seperti endemi. Salah satunya influenza. Influenza menyebabkan kasus penyebaran dengan sedikit tantangan kecil dari tahun ke tahunnya. Dan para dokter serta ahli bisa menangani influenza tersebut. Maka, peluang kasus Covid-19 berubah menjadi endemi tidak mungkin tidak bisa dilakukan,” ujar Walensky, yang kami kutip langsung dari sumber The Washington Post, pada Minggu, 20 Februari 2022 kemarin. 

Akan tetapi, ia pun mengimbau kepada semua orang yang menjalani perubahan endemi dari pandemi tidak bisa mengembalikan kehidupan layak seperti sebelum Covid-19 menyerang banyak negara. Pasalnya, ketika mereka beralih dari pandemi ke endemi, bukan hanya sekedar virus Corona yang pergi dan menghilang begitu saja. “Akhir pandemi bukan hanya ditandai dengan virus itu hilang, tidak semudah itu,” ujar Direktur Medis National Foundation for Infectious Diseases, yakni William Schaffner, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada beberapa waktu lalu. 

Selain itu, menurutnya, keberhasilan transisi pandemi berubah menjadi endemi ditandai dengan pola kehidupan masyarakat yang lebih mengutamakan kesehatan, baik untuk manusia itu sendiri, atau tentang hewan, alam, hingga lingkungan alam. Tidak bisa ditepiskan bahwa pola perilaku masyarakat akan mengalami perubahan yang signifikan. Dan perubahan ini akan terjadi begitu besar serta antusiasme kuat ketika pengumuman hidup disamping virus Corona sudah di publikasikan. Nah, nantinya di masa endemi pun akan ada sebuah strategi “Personal Hygene” yang akan menjadi tuntutan utama setiap orangnya untuk tetap hidup sehat. 

“Sebenarnya, tidak akan ada perubahan yang begitu besar, baik itu epidemi, endemi, atau bahkan pandemi. Yang terpenting, masyarakat harus bisa menjaga kesehatan mereka dan menggerakkan 5M,” ujar Dicky, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada 24 Februari 2022 kemarin. Walaupun demikian, Dicky juga mengimbuhkan bahwa kemungkinan besar kebijakan di Indonesia akan sedikit dilonggarkan layaknya negara-negara yang sudah hidup berdampingan dengan pandemi. 

“Apabila endemi sudah menimbulkan kelonggaran terhadap aturan, ya maka 5M-nya wajib tetap dilaksanakan dan tidak boleh longgar,” ujar Dicky mengenai perubahan pola hidup masyarakat selama transisi pandemi ke endemi diberlakukan. 

Previous post Deretan Kasus Pemerkosaan Massal Paling Sadis di India
Next post Rekomendasi Kuliner Khas Surabaya yang Sayang Dilewatkan!