oleh

Mengasah Mutiara Hitam dari Zona Damai

Ustadz Adnan Firdaus, Penyuluh Teladan Agama Islam Kantor Kemenag Kabsor

Menegakkan agama Islam di wilayah minoritas memang cukup sulit. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Muhammad Adnan Firdaus,S.Ag, tetap menjalankan tugas yang dipilihnya sebagai penyuluh agama untuk Muallaf di Kampung Abun. 

Namirah Hasmir, Sorong

MENGABDI untuk menegakkan agama Islam di wilayah Papua Barat merupakan pilihan Muhammad Adnan Firdaus,S.Ag. Berpuluh tahun mengabdikan diri sebagai penyuluh agama Islam, pria kelahiran Sorong 15 Januari 1977 yang akrab disapa Ustadz Adnan, kini memiliki kampung binaan di Kabupaten Sorong. 

Kampung binaan berawal dari kunjungan Ustadz Adnan ke Kampung Abun yang berada di perbatasan Kabupaten Sorong dan Tambrauw. Tepatnya, Kamis, 26 Juli 2018, ia mendatangi Kampung Abun guna bertemu dengan para pejuang Islam dari Suku Abun. 

Medan yang begitu ekstrim, melalui jalur darat dengan jarak 200 km dan kondisi jalan yang tidak mendukung, tidak mematahkan semangatnya untuk berkunjung ke kampung tersebut. Meski harus melintasi sungai dengan arus yang deras sekalipun. 

Perjuangannya tidak sia-sia, Ustadz Adnan bertemu dengan beberapa warga Suku Abun yang memeluk agama Islam. Salah satunya, Zainuddin Yeblo yang menceritakan beratnya menegakkan Islam dengan kondisi minoritas. 

Ia mengaku sebagian besar keluarga dan kerabat telah meninggalkan agama Islam karena berbagai sebab. Meski demikian, Zainuddin dan sebagian besar Suku Abun lainnya yang masih memeluk agama Islam, berhijrah ke Kabupaten Sorong, tepatnya di Kampung Muallaf Abun yang berada di Jalan Krenak Klabinain Klalin 1 Kabupaten Sorong. 

Muallaf Abun m erupakan nama yang diberikan untuk kampung tersebut. Muallaf, sebab mereka diislamkan oleh para Da’I dari keturunan Kerajaan Tidore, dan Abun adalah marga asli masyarakat dari Suku Abun.  Di Kampung Muallaf Abun, Zainuddin bersama dengan yang lain bekerja di hutan maupun pekerjaan lainnya, meski dengan penghasilan yang tidak menentu. Keyakinan terhadap Allah SWT, membuat mereka masih tetap hidup dalam kebahagiaan.

Tidak hanya di Kampung Abun, binaan Ustadz Adnan juga berada di Kampung Maibo Klalin 4 yang merupakan pindahan dari belakang Bandara Domine Eduard Osok (DEO). Justru, pembinaan sudah lebih lama dilakukan di Kampung Maibo.  “Kalau di Kampung Maibo, sudah cukup lama juga disana, kalau di sini (Kampung Abun,red) baru satu tahun terakhir,” kata Adnan.  

Kondisi masyarakat Suku Abun menjadi tantangan bagi Ustadz Adnan untuk lebih serius dalam melakukan penyuluhan melalui pembinaan kepada masyarakat yang berdasar pada Moderasi Beragama. 

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya kepada tata cara shalat dan mengaji yang benar, tetapi juga Dakwah Bil Hal, pemberdayaan ekonomi yang baru saja dilakukan, Rabu (14/8) di Kampung Muallaf Abun yang diikuti oleh masyarakat sekitar.  Tujuannya, untuk membangun ekonomi masyarakat, tidak hanya di Kampung Maibo, penerapan juga dilakukan di Kampung Abun, melalui pembangunan dengan menggunakan bahan material masyarakat, namun tetap dibiayai. 

Atas dedikasinya yang tiada henti di dunia dakwah, Ustadz Adnan diangkat oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong sebagai Penyuluh Agama Islam Non PNS Teladan tahun 2019.  Upaya penyuluhan dan bimbingan yang dilakukan Ustadz Adnan mendapat respon positif, termasuk oleh Pembina Muallaf Suku Abun, Khairuddin Tamher karena menurutnya hal tersebut sangat membantu masyarakat Muallaf Suku Abun dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.  “Kami sangat bersyukur, karena telah dibantu untuk membimbing agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” ucapnya. 

Sementara itu, menurut pensiunan Kementerian Agama Kabupaten Sorong ini, jumlah Muallaf suku Abun saat ini sudah tidak sebanyak dulu, karena kondisi di Kampung  Abun yang sudah aman, membuat mereka banyak yang kembali ke kampung.  Sehingga di Kampung Muallaf Abun, hanya ada 7 Kepala Keluarga (KK) lainnya berada di sekitar bendungan SP 1 sebanyak 4 KK dan yang kembali ke Kampung Abun, sebanyak 13 KK. “Total seluruhnya itu, hanya ada 24 KK saja saat ini,”  terangnya. (***)

Biodata :

Muhammad Adnan Firdaus, S.Ag

Ttl: Sorong, 15 Januari 1977

Pendidikan Terakhir: S1 Fakultas Tarbiyah Pendidikan Agama Islam (PAI), Institut Agama Islam Al-Aqidah Jakarta Tahun 2000.

Fakultas Diploma Bahasa dan Sastra I’dad, Takmily, Diplom Lipia Jakarta 1995-1999

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed