oleh

Mendikbud Akui Reputasi UT Luar Biasa

SORONG – Dialog khusus secara virtual dengan thema Indonesia Bicara Indonesia Belajar dari Rumah: Daring Hingga Luring, secara live di UT TV kemarin (5/11)  menghadirkan Keynote Speaker / pembicara utama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim. Dan nara sumber Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D., dan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Prof. Ir. Nizam, M.Sc.Dic.Ph.D.  Bertindak sebagai Moderator Ketua Dewan Redaksi Media Group Usman Kansong.

Menteri Nadiem dalam acara itu menjelaskan bahwa saat pandemi Covid-19 ini inovasi yang lahir banyak sekali. Inovasi yang terpaksa dilakukan, serta regulasi, teknologi dan kurikulum.  Regulasi misalnya inovasi Dana BOS. Saat ini untuk penggunaan dana BOS full flexibilitas,  sebelum pandemi ada pagu-pagunya. Tiap sekolah kebutuhannya beda-beda, ada yang butuh gawai (HP), ada uang butuh perahu, alat tulis dan lain-lain. Sekarang Dana BOS langsung ditransfer ke sekolah tidak melalui Pemda lagi. “Inovasi terbesar bantuan pulsa data untuk siswa. Negara luar lihat ini sangat menarik. Belum pernah terjadi, ini kita jadi pionir atau inovator,” tandas Nadiem.

Dalam bidang kurikulum, inovasi yang dilakukan penyederhanaan kurikulum. Kemudian ada  inovasi teknologi dengan menggunakan platform dari Kemendikbud dan swasta. Kemudian peniadaan UN (Ujian Nasional) yang selama ini terkesan menghakimi siswa.”Jadi kita merdekakan siswa, yang kita assesment sekolahnya saja,” ungkapnya.

Menteri Nadiem menjelaskan pula bahwa  UT (Universitas Terbuka) sudah jadi model pembelajaran daring. UT sebagai pioner reputasinya luar biasa,  jumlah mahasiswanya juga luar biasa banyak. Mahasiswa lebih happy dengan online. Hikmah adanya pandemi Covid kata Nadiem kita harus benar-benar memikirkan potensi yang ketinggalan untuk lebih kita perhatikan supaya gap antar daerah bisa kita tutup. “Dalam 5 tahun ini kita ciptakan kesetaraan akses internet,” tegasnya.

Teknologi ada batasnya. Kita masih butuh manusia. Teknologi tidak mungkin menggantikan guru. Anak butuh interaksi fisik berdasar empati, mental dengan guru. Betapa pentingnya orang tua terlibat dalam pembelajaran anak. Orang tua pendidik utama, sekolah hanya membantu.

Sementara itu, Rektor UT Ojat Darojat menjelaskan bahwa UT sudah berkiprah 36 tahun. Yang dilakukan UT sejalan dengan kemajuan teknologi yang dicapai.  “Kita sangan konsen dengan mahasiswa yang berada di daerah tertinggal dan terluar. Bahan ajar didesain dengan alat pembelajaran jarak jauh. Bahan ajar itu bisa dipelajari tanpa bantuan orang lain. Bahan ajar ini hasil kerjasama kita dengan universitas lain,” terangnya. 

UT juga memberikan pelajaran secara tutorial, ada juga fully online dan face to face. Dari registrasi, bahan ajar digital interaktif. Layanan belajar yang sinkronus real time, dan ujian akhir semester online. Mahasiswa bisa ujian di rumah, di kantor. 

Hikmah adanya pandemi Covid menurut Ojat bahwa pihaknya optimis bisa mencapai visi-misi UT. Bersinergi dengan perguruan tinggi lain dan pemerintah sangat penting. Yang perlu diperhatikan infrastruktur  di daerah terluar dan tertinggal, sarana, kualitas bahan ajar harus makin baik, dan SDM terkait kompetensi harus ditingkatkan. (akh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed