oleh

Membentuk Sekolah Ramah Anak Kampung Gag

-Metro-145 views

WAISAI- Melalui program Pengembangan Literasi Sekolah (PPLS) Kampung Gag, yang merupakan inisiasi Program CSR PT GAG NIKEL dengan ProVisi Education sebagai mitra pelaksana Program, perwakilan guru SDN 13 dan SMPN 19 Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat melakukan studi banding di dua sekolah percontohan di Kota Sorong baru-baru ini, Senin, (1/2). Kedua, sekolah percontohan tersebut yakni, SD Inpres 109 Perumnas dan SMP Negeri 1 Kota Sorong yang dinilai telah berhasil mengimplementasikan sekolah berbasis ramah anak di wilayah Papua Barat. 

Kedatangan mereka-pun disambut baik oleh pengawas sekolah, Kepala SD Inpres 109 Perumnas, ketua komite, para guru, maupun Staf disekolah tersebut. Dalam kegiatan studi banding ini selain berkunjung para peserta juga berdiskusi langsung dengan para dewan guru dan ketua komite di SD Inpres 109 Perumnas.

“Jadi, tujuan utama studi banding kami yakni mengamati dan berdiskusi langsung tentang implementasi sekolah ramah anak. Seperti apa sistem pembelajaran anak dan konsistensi sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa terutama pada masa pandemi COVID-19 hingga sarana prasarana pembelajaran,”ungkap Baso Muammar saat memberikan sambutan selaku pendamping dari ProVisi Education yang mengimplementasikan PPLS inisiasi Program oleh PT Gag Nikel dalam rilisnya kepada Jurnalis Radar Sorong di Waisai Rabu (03/02) Kemarin.

Menjawab harapan peserta studi banding, Maryatin, M.Pd., selaku kepala SD Inpres 109 Perumnas membeberkan, kunci utama dalam membangun sekolah ramah anak, yang paling penting agar anak merasa nyaman belajar baik secara luring (luar jaringan) maupun daring (dalam jaringan) adalah sikap sebagai seorang guru yang tidak hanya mentransfer ilmu. Namun lanjut dia, guru wajib menjadi fasilitator, motivator, bahkan menjadi sahabat bagi anak. Terutama sekolah juga harus cekat berinovasi menata lingkungan sekolah dan kelas yang nyaman dan asri.”Kelak jika proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka kembali di sekolah, anak merasa betah dan menganggap sekolah adalah rumah ke dua bagi anak-anak,”ujar Maryatin, sembari mengajak para peserta mengamati lingkungan sekolah hingga ruang kelas yang tertata rapi dengan berbagai macam display ramah lingkungan. Tak hanya itu lanjut Maryatin menyerahkan 3 dos buku paket K-13 kepada peserta sebagai dukungan rencana sekolah di Kampung Gag. 

Selain mengunjungi sejumlah sekolah, para peserta studi banding kemudian berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong dengan maksud memberikan dukungan moril dari pemerintah daerah terkait rencana sekolah di Kampung Gag menuju sekolah ramah anak.

“Kami sangat berterima kasih kepada para peserta mau menjadikan sekolah di Kota Sorong sebagai tujuan studi banding terkait sekolah ramah anak di Papua Barat. Semoga dari apa yang direncanakan dapat terwujud di Kampung Gag melalui studi banding ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong, Petrus Korisano, S.Pd., M.Pd. 

Diketahui, setelah mengunjungi, SD Inpres 109 Perumnas dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong peserta studi banding peserta melanjutkan, agenda terakhirnya yakni, berkunjung ke SMP Negeri 1 Kota Sorong. Dalam kunjungan terakhir tersebut, peserta disambut baik oleh pihak sekolah dengan mengajak curah pendapat terkait sekolah ramah anak serta mengajak para peserta mengobservasi lingkungan sekolah terutama melihat para guru mengatur sistem pembelajaran daring dan luring.(hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed