oleh

Melanggar, Didenda Rp 1 Juta

Patroli malam Satpol PP Kota Sorong diback-up personel TNI/Polri, Sabtu (24/10) ‘menangkap basah’ café dan rumah makan yang masih melayani pelanggan makan di tempat.  Ketahuan membandel setelah malam sebelumnya ditegur untuk tidak melayani pelanggan maka di tempat, pelaku usaha café dan rumah makan yang berlokasi di Km 10 Kota Sorong ini dikenakan sanksi denda sebanyak Rp 1 Juta, karena dinilai melanggar Peraturan Wali Kota Sorong Nomor 17 Tahun 2020.

Tim gabungan TNI/Polri yang memback-up personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sorong, melaksanakan patroli malam di beberapa titik rumah makan di Kota Sorong, Jumat (23/10) ,alam. Dalam patroli tersebut, didapati 16 pelaku usaha maupun karyawan rumah makan yang tidak menggunakan masker dan masih melayani makan di tempat diatas pukul 20.00 WIT. Namun, karena baru melaksanakan patroli malam perdana, pengusaha rumah makan atau cafe yang masih melayani makan di tempat maupun buka diatas pukul 20.00 WIT belum diberikan sanksi, ditegur dan dihimbau untuk tidak mengulangi lagi.  Lain halnya dengan pelaku usaha maupun karyawan yang kedapatan tidak menggunakan masker, dikenakan sanksi denda perorangan sebesar Rp 50.000. Total pelaku usaha dan karyawan rumah makan dan cafe yang tidak menggunakan masker sebanyak 16 orang. 

Patroli malam kedua pada Sabtu (24/10) malam, satu cafe dan 1 rumah makan dikenakan sanksi denda masing-masing Rp 1 juta rupiah karena masih melayani makan di tempat, padahal pada Jumat malam sebelumnya sudah dihimbau agar tidak melayani makan di tempat. Dalam melaksanakan patroli, petugas Satpol PP Kota Sorong, Uddin terlihat memberikan teguran pada salah satu karyawan café di Km 10, dimana karyawan tersebut tidak menggunakan masker, serta masih buka diatas jam 20.00 WIT. 

Uddin menanyakan apakah mengetahui edaran Wali Kota Sorong terkait jam malam, dan ternyata ia tahu namun sayangnya tidak mengindahkan aturan tersebut. “Kami jalan saat ini untuk mengsosialisasikan Perwali Nomor 17 Tahun 2020 bahwa pelaku usaha maupun karyawannya harus menggunakan masker dan menyediakan cuci tangan serta tidak melayani makan di tempat. Meskipun pelaku usaha sudah menyediakan cuci tangan dan tidak layani makan di tempat, tapi kenapa tidak menggunakan masker,” ucapnya.

Uddin menambahkan, baru kali ini tim gabungan turun ke tempat-tempat usaha karena selama ini pihaknya baru melakukan sosialisasi. Dari hasil patroli, didapati 16 pelaku usaha maupun karyawan yang tidak menggunakan masker sehingga dikenakan sanksi sebesar Rp 50 ribu. Uddin menghimbau agar kedepannya, pelaku usaha tidak lagi melakukan hal serupa mengingat saat ini perkembangan kasus positif sudah sangat masif. Oleh sebab itu, kedepannya warung maupun cafe tidak lagi buka diatas jam 20.00 WIT serta tidak boleh melayani makan ditempat. 

Sementara itu, menurut penuturan karyawan café tersebut, ia belum mendapatkan edaran Wali Kota terkait pembatasan jam malam, namun ia sudah pernah mendengar terkait Perwali tersebut. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed