oleh

Melalui PIT, Para Dokter Update Pengetahuan

-Metro-586 views

SORONG– Dalam rangka mengupdate perkembangan di ilmu kesehatan khususnya ilmu kedokteran maupun bidang  ilmu kesehatan lainnya, maka dilaksanakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Alumni Fakultas Kedokteran Uncen (Universitas Cenderawasih) di Vega Hotel Sorong, Sabtu (12/10).

Pelaksanaan PIT dibuka Wali Kota Sorong Drs. Ec Labert Jitmau, MM yang ditandai dengan pemukulan Tifa. Dalam sambutannya ia menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan yang sangat penting dan luar biasa. Oleh karena itu dengan adanya pertemuan yang dilaksanakan dirinya juga dapat melihat putra putrid asli Papua banyak yang menjadi dokter, meskipun jumlahnya tidak mencapai 100 orang.

“Jumlahnya tidak sampai 100 orang, namun ini tetap membanggakan karena ada putra putri asli Papua yang menjadi dokter,” kata Wali Kota Sorong.

“Di bidang ini sangat langkah dan mahal, dan kita tidak boleh berbicara hal lain namun Pemda harus mempunyai kesiapan untuk menyiapkan fasilitas dan mendorong anak-anak yang sudah punya keinginan namun terbentur hanya karena masalah biaya,”terangnya.

Sementara itu, Direktur BLUD RS Nabire, dr. Andreas Pekey, Sp.PD kepada wartawan mengatakan,  pertemuan yang dilaksanakan diikuti para dokter untuk update perkembangan dunia kesehatan. Hal ini mengingat ilmu kesehatan khsusnya kedokteran tidak monoton.

“Ada kurang lebih 400 dokter umum  lulusan fakultas kedokteran Uncen, kini mereka tersebar diberbagai pelosok di Papua dan Papua Barat. Sebagai anak asli Papua saya memulai pendidikan dari tidak memiliki apapun, namun dengan niat dan tekat yang kuat untuk belajar, akhirnya apa yang diinginkan dapat tercapai,” terangnya.

Ditambahkannya, bukan hanya dokter umum, untuk alumni dokter dari Uncen, saat ini juga banyak yang menjadi dokter spesialis di berbagai bidang. Menurutnya dibandingkan dengan daerah lain di tanah Papua masih cukup tertinggal, misalnya infrastruktur seperti rumah sakit di Papua dan Papua Barat ini belum ada RS Rujukan dengan tipe A, sehingga hal ini harus terus dikejar dan dikembangkan demi pelayanan kesehatan yang baik di tanah Papua. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed