oleh

Megahnya Perumahan di Kampung Inggris

-Metro-226 views

AIMAS– Digadang-gadang menjadi Kampung Inggris pertama di Papua Barat, 9 unit rumah di Kampung Persiapan Osok Malatili di Distrik Aimas Kabupaten Sorong diresmikan secara langsung oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru SH.,M.Si, pada Senin (24/8).

Meski belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai Kampung Definitif, namun keberadaannya sudah mencuri perhatian. Pasalnya, berbeda dengan sebagian besar kampung yang menggambarkan kondisi rumah yang sederhana, perumahan di Kampung Persiapan Osok Malatili justru terlihat megah dengan seluruh bangunan berlantai 2 yang berjejer 2 baris. 

Rencananya perumahan-perumahan tersebut akan menunjang jalannya Kampung Inggris yang juga direncanakan akan diresmikan pada Sabtu (29/8) mendatang. Selain perumahan warga milik marga Osok Malatili yang telah siap, beberapa bangunan lain seperti gedung belajar dan dapur serta kolam renang juga sedang dalam pembangunan. 

Komitmen marga Osok Malatili untuk tetap menjaga lingkungannya dan ikut berperan serta dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua Barat, menurut Bupati Sorong, wajib untuk mendapatkan apresiasi dan menjadi contoh bagi marga yang lainnya. 

“Kalau mau dibilang, kampung seperti ini satu-satunya di Kabupaten Sorong dan harus bisa di contoh oleh marga lain,” ucapnya. 

Bupati Sorong juga menyampaikan dukungannya melalui beberapa program yang akan dijalankan di Kampung Persiapan Osok Malatili, salah satunya program air bersih. Namun, ia mengharapkan agar masyarakat dapat membuat sebuah yayasan dan menjalin kerja sama bersama pemerintah untuk menajalankan Kampung Inggris. 

“Kalau untuk kampung inggris sendiri, kita sudah didukung oleh IDP (International Development Program),” kata Bupati Sorong. 

Pembangunan 9 unit rumah lantai 2 yang masing-masing berukuran 13×20 m² dan 7 unit dapur menyerap anggaran Rp 20.200.000.000. Adapun sumber dana tersebut berasal dari bantuan sosial pemerintah Kabupaten Sorong sebesar Rp 100 juta dan penjualan aset keluarga seperti sertu, tanah timbun dan lainnya di tanah seluas 27 Ha dari total tanah seluas lebih dari 11.000 Ha milik marga Osok. 

Pembangunan 9 unit rumah tersebut diawali dengan peletakan batu petama pada 9 Maret 2015 yang kemudian disusul dengan pengajuan sebagai kampung definitif pada tahun 2016 yang hingga saat ini masih menunggu SK. (nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed