oleh

Mediasi di Polres Sorkot Kondusif

SORONG – Mediasi dua belah pihak terkait penikaman di Pasar Remu yang berlangsung di ruang Rapat Polres Sorong Kota (Sorkot), Selasa (20/4), berlangsung kondusif.   dan berakhir dengan kesepakatan bantuan pemakaman senilai Rp 100 juta.

 Mediasi yang difasilitasi Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH bersama Dandim 1802/Sorong, Letkol Inf Budiman,SE, berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 15.30 WIT. Mediasi dihadiri dari  pihak  Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Kepala Suku Jayapura berserta perwakilan keluarga korban.

PMB OPBJJ-UT Sorong

 Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, tujuan mediasi untuk mencari solusi agar terciptanya situasi kamtibmas yang baik, dan mendapatkan kesepakatan bersama antara pihak korban dan perwakilan kerukunan pihak pelaku. Pihak korban menuntut biaya pemakaman korban dan juga biaya hidup anak dan istri korban. ”Tadi ada kesepakatan, dengan nilai yang sudah disebutkan,” jelas Kapolres kepada awak media, kemarin.

 Kapolresta Sorong mengimbau masyarakat menumbuhkan rasa saling menghargai. ”Kita harus bisa menghormati adat disini. Situasi terakhir, sudah kondusif. Direncanakan besok (Hari ini,red) pemakaman korban,” ujar Kapolres.

 Kepala Suku Jayapura, Ayub Ongge menambahkan, berdasarkan hasil mediasi, kedua belah pihak telah menyepakati dengan memberikan sejumlah biaya untuk pemakaman. Sehingga,  jenazah (Alm) MD direncanakan akan dimakamkan pada Rabu (21/4). ”Sehingga masalah  ini tidak berlarut. Kami anggap  masalah ini sudah selesai dengan damai dan jenazah siap untuk dimakamkan oleh keluarga,” kata Ayub Ongge kepada wartawan.

Dia berharap agar peristiwa penikaman ini merupakan peristiwa terakhir. Dan, tidak ada lagi kejadian pembunuhan di atas tanah Papua, sehingga masyarakat bisa menjaga keamanan ketertiban dan kenyamanan hidup khususnya di Kota Sorong ini. Dikatakannya, Kota Sorong adalah Indonesia mini, dimana  semua suku mendiami Kota Sorong ini, sehingga diharapkan Kota Sorong bisa menjadi barometer keamanan di tanah Papua.

Kakak kandung Korban, Hani Bisay,SH,MH mengatakan, tuntutan keluarga melalui forum adat Jayapura yang sudah diputuskan oleh Ketua Adat bahwa Rp 1 milliar diluarnya dari Rp 100 juta yang diberikan. ”Jadi, tuntutan Rp 1 miliar itu tetap akan dikembalikan oleh pihak yang melakukan kejahatan tersebut dan Rp 100 juta hanya untuk mengatur konsumsi dan sebagainya seperti dekorasi, dan proses-proses hingga jenazah korban dimakamkan,” ungkapnya.

Selaku kakak kandung korban, Hani menegaskan tidak menjual saudaranya, tetapi hal tersebut sebagai peringatan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi, sebab saudaranya ini adalah manusia. Uang yang diberikan ini akan digunakan juga untuk mendatangkan pihak keluarga ke Sorong. ”Terima kasih kepada KKSS yang sudah memberikan bantuan biaya untuk meringankan beban keluarga,” ucapnya.

Ketua BPD KKSS Kota Sorong, Samsuddin Djohan,SH mengatakan, dalam mediasi secara kekeluargaan, pihak KKSS telah memenuhi sedikit dari tuntutan pihak korban. Pemberian tersebut sebagai bentuk rasa simpati dan persaudaraan KKSS di atas Tanah Papua. ”Kami bisa kumpulkan sedikit demi sedikit dan diberikam kepada keluarga. Kami juga berharap kedepannya tidak lagi terjadi masalah serupa. ”tandasnya. 

 Hadir dalam mediasi tersebut, Dr. Hamza,MA (Ketua Dewan Penasehat KKSS Kota Sorong), Hengki Korwa (Kepala Suku Biak/ Wakil ketua Frorum lintas suku Papua), Ayub Ongge, S.Th (Kepala suku Jayapura), Samsudin DJohar, SH (Ketua KKKS Kota Sorong), Herman Tiris (Wakil kepala suku Jayapura). Pdt. Obeth. N. Maury (Ketua PGGP Kota Sorong), M. Saleh Maro (Dewan penasihat KKSS kota Sorong). Fahamsyah K ( Penasehat KKSS kota Sorong). Ramli Taher ( Ketua KKSS Kab Sorong), H Hasan ( Ketua KKB), Syafarudin ( Sekertaris KKSS Kota Sorong), Marthen Nebore, M.Si ( Keluarga Korban).

 Sementara itu, pascakejadian penikaman di areal terminal Pasar Remu, aktifitas perdagangan di pasar terbesar Kota Sorong ini pada Selasa (20/4) tutup.  Langkah ini dilakukan pengelola pasar demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kendati demikian, beberapa pedagang seperti penjual ikan dan penjual sayur tetap menjual dagangan mereka dengan jumlah yang terbatas . Sementara itu Sore  kemarin dilaporkan adanya pembakaran atas rumah pelaku di Km 30. (juh/ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed