oleh

Mau Beda, Kursus Pastry di Surabaya

-Ekonomi-125 views

Pisang kepok dengan nama ilmiah Musa Acuminata, atau yang familiar dikenal masyarakat Kota Sorong dengan sebutan pisang abu ini sangat digemari banyak orang. Siapa yang tak suka makan pisang, apalagi kalau pisang abu ini sudah diolah menjadi berbagai makanan lezat. Salah satunya adalah pisang goreng.
Bukan pisang goreng biasa, pisang goreng juga masih bisa dikreasikan dan dinikmati dengan cara yang tak biasa. Seperti misalnya pisang goreng keju. Pisang goreng keju atau pisang keju mungkin hanyalah makanan biasa yang mungkin siapa saja bisa membuatnya. Pisang keju juga dapat dengan mudah ditemukan dimana saja. Namun lain halnya dengan pisang keju yang satu ini.
Pisang keju yang paling terkenal saat ini di Kota Sorong, lapaknya belokasi di Jalan Basuki Rahmat, tepat di pertigaan lampu merah KM 12. Gusni, pemiliknya, mengaku telah memulai usaha berjualan pisang keju sejak tahun 2010 lalu. Beranggapan bahwa pisang goreng adalah makanan sejuta umat dengan harga merakyat, membuat Gusni akhirnya berani merintis usaha dengan berdagang hasil olahan pisang.
Namun bagi Gusni, jika hanya pisang goreng biasa, mungkin sudah terlalu banyak orang yang bisa membuatnya. Dari situlah ide membuat pisang keju, muncul. Untuk menyulap pisang keju agar tak sama seperti pada umumnya, Gusni bahkan rela kursus pastry di Surabaya.
Setelah mendapat cukup banyak ilmu dari hasil kursusnya, barulah Gusni berani berkiprah. Awal memulai usaha, Gusni belum memiliki banyak pelanggan, pendapatannya masih terbilang rendah.
“Saya yang pertama kali jual pisang keju di Sorong, mulai dari 2010, pelanggan baru sedikit,” kata Gusni saat ditemu Radar Sorong.
Karena belum memiliki banyak pelanggan, dulu, Gusni hanya membuat pisang keju dalam jumlah kecil saja. Paling banyak Gusni hanya mengolah 2 tandan pisang abu. Pisang abu dipilih sebagai bahan baku dari pembuatan pisang keju, karena rasa yang manis dan tekstur yang tidak mudah hancur.
Perlahan tapi pasti, usahanya tersebut baru mulai berkembang dan dikenal orang pada tahun 2011. Kini satu dasawarsa sudah, Gusni menekuni usaha tersebut. Bukan hanya dari dalam kota saja, pelanggannya kini bahkan sudah dari berbagai daerah dan kabupaten di Sorong Raya. (ayu)

Racik Sendiri Adonan Tepung
Tentu saja, ramainya pelanggan pisang keju Gusni yang datang dari berbagai daerah, tak luput dari kepercayaan dari pelanggan-pelanggannya. Bagi Gusni, sebenarnya tak ada yang istimewa dari proses pembuatannya. Semua bahan-bahan diambilnya dari masyarakat lokal. Begitupun dengan proses pembuatan yang sangat sederhana tersebut.
Sebelum digoreng, pisang setengah matang dipetik, dikupas, dicuci, dan dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki. Selanjutnya, dibalut adonan tepung lalu di goreng. Setelah berwarna coklat keemasan, pisang goreng kemudian diangkat, ditiriskan dan siap disulap menjadi pisang keju. Untuk merubah pisang goreng menjadi pisang keju, usai pisang ditata di wadah, perlu ditambahkan taburan gula palem, susu kental manis lalu ditaburi parutan keju.

Satu hal yang berbeda adalah, adonan tepung yang digunakan untuk membuat pisang keju. Resep racikan adonan tersebut dia dapatkan dari hasil eksperimennya saat kursus di Surabaya.
“Prosesnya sama saja seperti biasa. Hanya adonan tepungnya saja yang saya racik sendiri,” akunya. Dengan adonan dari tepung racikan buatannya, kata Husni, membuat pisangnya lebih renyah dan garing. Sehingga meski sudah diangkat dari penggorengan dalam kurun waktu agak lama, pisang kejunya masih tetap enak untuk dinikmati.

Berkat racikan tepung adonan yang masih dirahasiakan tersebutlah, pelanggan rela mengantre hingga setengah jam lamanya untuk mendapatkan pisang keju buatan tangan Gusni tersebut. Bahkan, bersama 3 karyawannya, kini Gusni bisa mengolah hingga 12-15 tandan pisang abu per harinya. Itupun belum mampu mencukupi permintaan pelanggan. Pisang keju juga dibanderol dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 15.000 saja.
Diakuinya, beberapa orang telah menawarkan kerjasama, namun Husni belum tertarik. Tetapi tak menutup kemungkinan kedepannya Gusni juga ingin membuka cabang yang baru.
Peminat pisang keju milik Gusni selalu ramai , yang terlihat dari antrian warga yang rela menunggu untuk mendapatkan cemilan kesukaannya. Sangat pas jika sambil santai bersama keluarga ngeteh sore-sore ditemani pisang keju .
(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed