oleh

Masyarakat 3T Nikmati Jaringan Internet

-Ekonomi-90 views

AIMAS – Dewasa ini teknologi menjadi komponen penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Salah satu contoh yakni teknologi komunikasi yang menjadi prasarana yang mesti ada di suatu daerah demi hadirnya sistem yang cepat, bebas dan tanpa batas serta dapat digunakan di daerah terpencil sekalipun.

Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan membangun infrastruktur jaringan, salah satunya dengan membangun BTS (Base Transceiver Station). BTS merupakan sebuah instrumen dalam jaringan telekomunikasi seluler yang berbentuk tower yang memiliki antena pemancar. Fungsinya adalah sebagai penguat sinyal daya sehingga dapat menghubungkan jaringan operator telekomunikasi antar pengguna.
Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian telah mengupayakan penguatan jaringan internet dengan adanya pembangunan BTS (Base Transceiver Station) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Hal ini dilakukan demi memudahkan segala aktivitas masyarakat yang umumnya dikerjakan secara virtual, termasuk kegiatan belajar mengajar.

“Sebagian besar daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3 T) yang ada di Kabupaten Sorong BTS sudah kami pasang guna menunjang proses belajar secara garing,” terang Kepala Dinas Komunikasi Informastika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sorong, Marten Nebore, S.Sos, M.Si.
Ia menjelaskan, pembangunan BTS yang dilakukan Dinas Komunikasi Informastika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sorong, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika. BTS tersebut dibangun tersebar di beberapa distrik.

“Ada di Distrik Megah, Klabot, Sayosa Timur, Moraid, Salawati Tengah, Makbon, Maudus, Klawak, Klayili dan beberapa distrik lain di pedalaman juga BTS telah dipasang dan bisa dinikmati masyarakat,” ungkapnya.
Sebelum dilakukan pembangunan BTS, imbuh Marten, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei topografi penentuan lokasi pembangunan BTS. Hal ini dilakukan lebih awal agar lokasi yang dipilih tepat serta akurat.
“Yang pasti sebagian masyarakat 3T sudah menikmati jaringan Internet dan proses belajar secara daring telah berjalan sebagaimana yang diharapkan,” tuntasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed