oleh

Masuki Area Merah, Penambang Tewas Tertembak

JAYAPURA – Demianus Magai, seorang penambang emas dilaporkan meninggal  usai terkena timah panas. Dimianus tertembak karena memasuki area merah di Mile 43-50 Distrik Tembagapura, yang sedang dilakukan pengawasan ketat oleh tim penegakan hukum TNI-Polri.

Kapolda Papua, Irjen. Pol. Matihus D. Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Selasa (23/3), mengatakan, kejadian penembakan bermula saat korban melakukan aktivitas di kawasan Mile 43-50. Karena masuk zona merah, aparat kemudian memberikan peringatan, namun korban justru melepaskan anak panah ke arah aparat.

“Kejadian terjadi di sekitar Mile 43 sampai 50, tertembaknya salah satu warga masyarakat yang akan mendulang di Mile 50. Sudah diberikan peringatan dari tim kita, karena kita lagi melakukan penindakan terhadap kelompok Joni Botak, namun masyarakat ini masuk ke area yang memang tim sedang melakukan penindakan hukum. Sudah diberi peringatan tapi yang bersangkutan malah membuang anak panah ke arah petugas. Situasi ini membuat anggota kita melakukan penembakan,” jelas Kapolda.

Orang nomor satu di Polda Papua ini mengatakan, kawasan Mile 43-50 untuk saat ini menjadi daerah terlarang bagi warga sipil untuk melakukan akivitas. Sebab, tim penegakan hukum TNI-Polri sedang melakukan pengawasan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Joni Botak, sehingga bagi siapapun yang beraktivitas diluar prosedur akan dilakukan langkah tegas dan terukur.  

 “Area itu termasuk daerah titik rawan, sehingga siapapun yang melakukan tindakan diluar prosedur akan langsung ditembak. Karena itu daerah rawan, kita sudah mengawasi daerah itu selama dua minggu pasca penembakan tehadap tiga penembak Joni Botak sehingga pengawasan memang diperketat di sana. Sangat disayangkan. Pendulang tidak boleh masuk kesana, karena kita sedang melakukan penindakan terhadap kelompok Kali Kopi,” tegas Kapolda.

Kapolda menyatakan telah memerintahkan Kapolres Mimika bertemu dengan keluarga korban. Dia menghimbau warga tidak memasuki area tersebut karena sedang dalam pengawasan. “Saya sudah perintahkan Kapolres, dan beilau sudah sampai di tempat keluarga untuk mengantar jenasah. Kami menghimbau bagi area yang sedang dilakukan pengawasan ketat oleh tim penegakan hukum TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi, supaya masyarakat tidak masuk dalam area itu karena ini cukup riskan. Kalau mereka berkeliaran disitu, petugas tidak akan main-main karena petugas pasti menganggap mereka bagian dari kelompok Kali Kopi,” jelas Kapolda.

Mantan Wakapolda Papua Barat  ini menambahkan jika pihaknya tidak mengetahui bagaimana korban bisa masuk ke area terlarang tersebut. “Kami tidak tahu bagaimana dia bisa ada di aera 48- 50 itu. Barang bukti yang diamankan anak panah yang dibuang ke petugas, tentunya ada barang bukti lain,” imbuhnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed