oleh

Masuk Tambrauw Wajib Miliki Surat Kesehatan

-Tambrauw-1.171 views

FEF– Pemerintah Kabupaten Tambrauw mulai melakukan pembatasan orang keluar-masuk di wilayahnya. Hal ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu diterangkan Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Tambrauw Engelbertus Kocu, S.Hut, MM, pembatasan ini mulai diberlakukan mulai Rabu (27/5). 

“Semua orang yang keluar masuk harus dilengkapi dengan surat keterangan Rapid Test terhitung 3 hari, hasil PCR terhitung 7 hari dan identitas diri,” ungkapnya melalui rilis kepada Radar Sorong kemarin (27/5).

Ia mengungkapkan, jika dalam pemeriksaan suhu badan lebih dari 38 derajat, maka akan diarahkan petugas ke pemeriksaan lanjutan. Selain pemeriksaan ketat, jam keluar masuk ke juga dibatasi. Yakni dari pukul 06.00 – 18.00 WIT di setiap posko yang ada di Kabupaten Tambrauw.

“Ada pengecualian bagi ambulans, evakuasi dan keadaan darurat lainnya. Saya mohon semua harus disiplin, meski kerepotan dalam pembatasan ini,”singkatnya. 

Meski belum terdapat pasien positif Corona Virus Disease (Covid-19), Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Tambraw, optimis dapat mencegah penyebarannya. Salah satunya melakukan sosialisasi bahaya dan apa itu Covid-19 kepada masyarakat.

“Saat ini Pemda Tambrauw terus gencar melakukan sosialisasi pengenalan dini kepada masyarakat mengenai perkembangan dan tahapan dari awal agar masyarakat bisa mengenali bagaimana status ODP, PDP, OTG, bahaya Virus Corona agar masyarakat bisa memahami dalam proses pencegahan,” ujar ketua Tim Satgas Covid 19 yang juga sehari-hari menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tambrauw.

Sekda mengatakan, langkah upaya pencegahan telah dilakukan juga dengan membentuk 4 Posko Induk yang perbatasan langsung dengan Kabupaten Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat serta satu pos di laut yang berbatasan dengan laut Filipina.

Diterangkannya, keempat Pos Induk yang dibangun tersebut, berdasarkan dan sesuai SK Bupati Tambrauw No 60 Tahun 2020, yang mana 3 pos letaknya pada titik sentral jalan Trans Papua Barat, yakni pertama Pos di Selemkai yang berbatasan langsung dengan Sorong, Pos yang ke 2 di Mumbrani yang berbatasan langsung dengan Manokwari dan pos yang ke 3 di Meyah untuk mengawasi dari Kabupaten Maybrat, serta satu Pos lainnya di Sausapor yang mengawasi daerah pesisir dan aktifitas laut yang berbatasan langsung dengan Filipina.

“Untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 masuk di Kabupaten Tambrauw, kami sudah optimalkan 4 Posko induk sesuai protokol kesehatan Covid -19 , yang mana pos-pos tersebut berbatasan langsung dengan Sorong, Kabupaten Maybrat dan dari daerah Manokwari, dan yang satumya kami Bangun di Sausapor untuk mengawasi aktivitas laut karena sebagian daerah Tambrau termasuk daerah terluar diantaranya Pulau Dua   yang berbatasan dengan Filipina. Daerah ini biasa ada transaksi antar nelayan dari luar dan lokal,” tutupnya. (raf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed