oleh

Massa Blokade-Bakar Ban di Jalan

Luapkan Kekesalan Imbas Kejadian Penjarahan dan Pengrusakan

SORONG – Penjarahan disertai pengerusakan oleh sejumlah pelaku di Kompleks Pasar Bersama, Selasa (20/7) dini hari pukul 04.00 WIT, berujung pada aksi pembakaran ban pada Rabu (21/7) di Jalan Jenderal Sudirman oleh massa yang tidak terima atas kejadian tersebut. Massa yang berasal dari kompleks Pasar Bersama melakukan aksi pemalangan dan pembakaran ban dan kayu di depan SMA Negeri 3 Model Kota Sorong. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH menjelaskan aksi tersebut dilakukan lantaran masyarakat menuntut pelaku ditangkap, diproses dan dihukum. Kapolres mengatakan, hingga saat ini seorang pelaku diamankan pihaknya. Ia juga telah menyampaikan kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak memancing kelompok massa yang lain. 

”Biar nanti kita audiens, TNI/Polri, kemudian kedua kelompok juga akan dipanggil agar meredam dulu. Tetapi, proses hukum tetap berjalan, karena sudah 1 pelaku yang kita amankan dan akan kita kembangkan secepat mungkin,” jelas Kapolres kepada wartawan, kemarin.

Menurut Kapolres Sorong Kota, berdasarkan laporan yang diterima, diduga ada 7 atau 8 pelaku,   pihaknya masih mengembangkan lagi informasi tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Ary berharap, masyarakat tidak menduga-duga lagi jumlah pelaku.  ”Kerusakan material diantaranya 1 truk, mobil minibus, juga mobil pick-up dan sudah dibawa ke Polres Sorong Kota sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Menurut Ary, kejadian bermula saat sekelompok anak muda yang setelah miras, kemudian mendatangi  kompleks Pasar Bersama dan menyerang beberapa kendaraan, rumah hingga salon milik masyarakat sekitar. 

Sementara itu, Kapolsek Sorong Kota,  AKP Moch Nur Makmur mengatakan pihaknya sudah berusaha berkoordinasi dengan Ketua Adat maupun suku salah satu massa, namun beliau tidak mau memfasilitasi karena anak-anak muda tersebut sudah sering atau bahkan berkali-kali membuat onar. ”Untuk korban dari pihak masyarakat Pasar Bersama ada 1 orang yang luka dengan 8 jahitan. Sedangkan untuk materi ada sekitar 5 kendaraan yang rusak. Pelakunya diduga berjumlah 8 orang namun akan kami kembangkan lagi,”ujarnya seraya menambahkan terkait identitas pelaku, sudah di kantongi.

Ketua Pemuda M Yunus Ahmad mengatakan aksi pembakaran ban ini bentuk dari kekesalan masyarakat dikarenakan dalam kondisi tidur pada Selasa dini hari pukul 04.00 WIT, tiba-tiba sejumlah pelaku datang mencuri dan merusak. ”Dalam kondisi tidur kita tidak bisa melawan, sekarang kita sudah laporkan dan semoga pihak kepolisian turun bisa selesaikan semuanya sehingga aksi ini tidak berlanjut. Bagaimana kita mau merendam, kita punya masyarakat sudah capek dibeginikan terus,” katanya.

Pihak korban lanjut Yunus Ahmad, ada bukti berupa CCTV yang merekam aksi pelaku dan semoga bisa diselesaikan dengan baik. Yunus mengatakan, masyarakat pun sudah sangat lelah diperlakukan seperti ini, dijarah, dipukul hingga luka-luka dan barang-barang dihancurkan. ”Korban material mobil hancur kaca-kacanya, ada korban kepalanya pecah, tempat usaha (Salon) dihancurkan dan mengambil uang juga. Kejadian ini sudah sering kali dilakukan sehingga kamipun capek,” ungkapnya.

Salah satu korban, Maulana mengungkapkan ketika ia hendak persiapan untuk pelaksanaan Shalat Ied, tiba-tiba pelaku mendatangi rumahnya. Karena istringa ketakutan, sehingga sang istri mempertahankan pintu pagar besi, namun tangan kanan istrinya dipukul dengan kayu balok dan pelaku meletakan parang di leher sang istri. ”Pelaku menjarah rokok saya, setelah itu saya sempat membuka pintu belakang dan pelaku tiba-tiba menedang pintunya dan masuk memukul dan menendang saya di dalam rumah. Saya katakan ke pelaku bahwa saya ini masih sakit, namun pelaku malah mengatakan kau mati lebih baik,” tutur Maulana.

Ditambahkannya, para pelaku kemudian menghancurkan Salon di samping rumahnya dan mengambil kasur, kipas angin dan uang senilai Rp 1.850.000. Maulana pun bingung, ia tidak tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi. ”Yang datang menyerang sekitar 10 orang dan saya sudah serahkan rekaman CCTV ke Polres Sorong Kota berserta mobil-mobil. Peristiwa itu memang kerugian yang saya alami tidak terlalu besar, yang penting nyawa saya selamat. Namun kondisi istri saya hingga saat ini masih trauma,” imbuhnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed