oleh

Masih Ada ASN Belum Kembalikan Mobil Dinas

-Manokwari-478 views

MANOKWARI-Kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Abia Ullu, SSos kembali menyentil pejabat dan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang belum rela mengembalikan mobil dinas ke pemerintah daerah. 

Abia mengatakan, masih banyak ASN yang belum mengembalikan kendaraan roda empat. Selain itu, ada yang sudah menyerahkan mobil tetapi kuncinya masih ditahan.

Kepala BPKAD pun wanti-wanti para pejabat dan ASN untuk mengembalikan aset daerah tersebut sebelum Satgas Peneriban Aset berkunjung dari rumah ke rumah. “Di antaranya kita masih ada  yang belum melaksanakan perintah penertiban aset kendaraan dinas. Saya harap ada kesadaran sendiri untuk mengembalikan, karena bila tidak akan didatangi Satgas Penertiban aset yang terdiri dari Polda dan Kejaksaan Tinggi,” jelas Kepala BPKAD di hadapan pejabat eselon II, II, IV dan ASN Pemprov Papua Barat, Senin (21/10/2019).

Mengutip pernyataan Koordinator Korsupgah KPK Adliansyah Nasution, saat ini masih dalam tahap pembinaan. Bila ada pejabat atau ASN tak bisa dibina, tentu ada langkah tegas diberlakukan. “Kalau tidak bisa bina, yang langkah terakhir dibinasakan,’’ tegasnya.

Abia meminta para pejabat dan ASN untuk mengoreksi diri sendiri, apakah termasuk yang membandel atau tidak. “Contoh, ada ASN yang sudah kembalikan mobil dan saat ini parkir di halaman, tetapi kuncinya belum diserahkan. Ini berarti kerjanya masih setengah-setengah, belum iklas serahkan mobil,” katanya.

Kepala BPKAD kembali menyampaikan, setiap pejabat eselon II dan III hanya diperbolehkan membawa 1 kendaraan dinas. Bila ada pejabat yang membawa lebih dari satu kendaraan dinas harus membuat berita acara untuk penggunaan kendaraan  operasional dengan alasan tugas.

BPKAD sudah memiliki daftar nama-nama pejabat atau ASN  yang masih membawa kendaraan lebih dari satu. Daftar nama-nama ini akan segera diserahkan ke KPK.

Kosupgah dan Satgas Penertiban Aset masih memberi waktu selama 2 bulan bagi pejabat atau ASN yang membawa lebih dari satu kendaraan dinas. Bila sampai batas waktu belum juga menyerahkan mobil dinas, Satgas akan bertindak. “Daftar nama-nama  pemegang kendaraan dinas sudah ada. Jadi, yang merasa diri supaya segera serahkan kendaraan dinas itu,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Abia Ullu mengatakan, terpenting sekarang, kendaraan dinas itu diserahkan dan didata. Selanjutnya akan diatur kembali termasuk pelelangan menyusul telah disahkannya Perdasus Pengelolaan Aset Daerah. “Nanti ada kebijakan Pak Gubernur terkait penggunaan  kendaraan bagi pensiunan. Nanti dibantu. Tetapi yang sekarang  ini serahkan dulu kendaraan dinas itu,’’ katanya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed