oleh

Masalah Banjir, Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab

-Metro-1.131 views

SORONG-Menyikapi pernyataan Wali Kota Sorong saat rapat dengan Kementerian PUPR dan anggota DPRD Kota Sorong beberapa hari lalu perihal permasalahan banjir di wilayah Kota Sorong,  Direktur Institute Of Democracy And Civil Society (IDCS) Papua Barat Abu Kelian S.Sos, menyebutkan, tidak sepenuhnya permasalahan daerah menjadi tanggung jawab pimpinan daerah tersebut.

“Apa yang disampaikan oleh Wali Kota Sorong tersebut menurut saya itu ada benarnya, karena tidak sepenuhnya urusan suatu daerah menjadi tanggung jawab pimpinan di daerah tersebut, melainkan ada pelimpahan wewenang dan pembagian wilayah kerja,”jelasnya kepada Radar Sorong, melalui sambungan telephone, Rabu (15/9).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Mantan Ketua BEM UMS Sorong tersebut menilai IDCS justru mencium adanya dugaan kepentingan politik dalam permasalahan tersebut. Dimana, Abu juga menduga Gubernur Papua Barat tidak akan membangun wilayah Kota Sorong sesuai dengan pembagian wilayah kerjanya, karena ketika itu terealisasi dan menjadi lebih baik maka yang mendapatkan nama baiknya adalah Walikota Sorong.

“Sebaliknya jika situasi jalan dan drainase tidak kunjung diperbaiki maka akan terus menghadirkan musibah banjir setiap saat, maka sampai kapanpun tetap Wali Kota Sorong yang dihujat dan dicaci maki oleh warganya sendiri,”tuturnya.

Abu bahkan menekankan hal tersebut justu letak permainan politik, lantaran kedua figur ini yang punya kans besar untuk maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur Papua Barat 2024 yang akan datang,.

“Kalau seandainya perkiraan saya itu benar maka sangat disayangkan sekali karena yang menjadi korban adalah masyarakat kecil yang tidak tahu menahu dengan urusan politik para elit,”ungkapnya

Lanjut Abu, IDCS menyayangkan mengapa pertemuan beberapa hari lalu tidak menghadirkan pihak Pemerintah Provinsi Papua Barat, apakah masih ada ego politik, padahal penting adanya sinkronisasi antara ketiga pihak tersebut yakni Kementerian PUPR, Pemerintah Povinsi Papua Barat dan Pemerintah Kota Sorong.

“Sehingga tidak saling menyalahkan di ruang publik,”tuturnya

Melihat ego diantara elit politik, IDCS menawaekan solusi yakni Gubernur Papua Barat dan Walikota Sorong harus bisa melepaskan egonya masing-masing dan mau duduk bersama bicara dari hati ke hati terkait persoalan banjir.

“Percayalah kalau kedua tokoh sentral ini duduk satu meja, maka yakinlah persoalan tersebut bisa segera teratasi,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed