oleh

Martinus Lende Mere Resmi Pimpin IKF-NTT Kota Sorong

-Metro-211 views

SORONG – Dinamika yang terjadi dalam rumah tangga IKF-NTT Kota Sorong sehingga membuat organisasi ini terbelah, akhirnya membuat IKF-NTT Papua Barat hanya mengakui satu organisasi saja, yakni Flobamora Kota Sorong yang dinahkodai oleh Martinus Lende Mere dari hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada 4 Maret 2021. Selanjutnya, bertempat di Swis-Bellhotel, Sabtu (27/3) Martinus Lende Mere resmi dilantik oleh Ketua LMA Malamoi Kota Sorong, Silas Kalami.

Keabsahan Flobamora di bawah nahkoda Martinus Lende Mere ini juga diakui oleh Plh IKF-NTT Papua Barat, Romanus Pegan. Dikatakan Romanus bahwa Flobamora pimpinan Martinus Lende Mere dianggap sangat sah karena didukung oleh keterwakilan 14 tungku yang merupakan representasi masyarakat NTT yang secara substansi tercermin dalam nama Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor).

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengatakan, dirinya tak ingin ikut campur terkait dualisme kepemimpinan Flobamora Kota Sorong. Menurutnya, hal tersebut adalah urusan internal dalam rumah tangga Flobamora yang tak seharusnya ia campuri.

“Saya kira itu adalah dinamika dalam rumah tangga organisasi, tetapi di samping itu saya sangat mendukung dan berharap Flobamora bisa kembali bersatu sehingga bisa ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan di tanah ini, khususnya di Kota Sorong. Kalau Indonesia bersatu, harusnya NTT juga bisa bersatu. Papua bersatu, Flobamora bersatu, Kota Sorong  dan Malamoi pun bersatu,” ujar gubernur.

Ketua IKF-NTT Kota Sorong Terpilih periode 2021-2025 Marthinus Lende Mere mengatakan, pelantikannya tersebut merupakan langkah sukses pertama dalam proses IKF-NTT Kota Sorong dari potensi kehancuran akibat dinamika organisasi yang mengarah pada hilangnya rasa persaudaraan di kalangan orang NTT di tanah Malamoi.

“Ini langkah awal perjalanan panjang kami dalam upaya pencapaian visi untuk menjadikan Flobamora Kota Sorong sebagai tempat ikatan persaudaraan dan pelestarian budaya NTT serta sarana penyalur aspirasi orang NTT yang ada di Kota Sorong,” ujarnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed