oleh

Maret, Kota Sorong Inflasi 0,74%

-Ekonomi-56 views


SORONG– Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Sorong, pada Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,74 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,71 pada Februari 2021 menjadi 104,48 pada Maret 2021. Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2021 sebesar 0,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 2,15 persen.
“Inflasi di Kota Sorong terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,10 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,57 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Sorong, Ir.Merry,M.P.
Lanjutnya, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0.10 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,90 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen. “Kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak mengalami perubahan indeks,” ujarnya.
Dikatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2021, antara lain ikan cakalang/ikan sisik, ikan ekor kuning, ikan teri, gambas, daun seledri, sawi hijau, cabai rawit, ayam hidup, ikan baronang, bawang merah, ekor kuning diawetkan, ikan bubara, seragam sekolah pria, daun kemangi, anggur, kakap putih, jagung manis, daun pepaya, ikan kembung, jantung pisang, daun singkong, kacang panjang, mukena, kangkung, BH (Bra), ikan simbula, terong, celana dalam wanita, jeruk, ikan julung segar, buncis, telur ayam kampung, telur ayam ras, lada, merica, daster, bawang putih, air conditioner (AC), sawi putih, sepatu pria, bayam, apel dan lain sebagainya.

“Pada Maret 2021 dari sebelas kelompok pengeluaran, tiga kelompok memberikan andil atau sumbangan inflasi, empat kelompok memberikan andil terhadap deflasi, dan empat kelompok tidak memberikan andil terhadap inflasi kota Sorong. Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,75 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen,” katanya.
Kemudian, adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,01 persen, kelompok transportasi sebesar -0,01 persen, kelompok, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,01 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil terhadap inflasi/deflasi, yaitu kelompok kesehatan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman,restoran,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed