oleh

Marak Penipuan Lelang Online

-Ekonomi-132 views

SORONG – Maraknya akun palsu yang menawarkan lelang online mengatasnamakan Pegadain menciptakan keresahan tak hanya di benak masyarakat, bahkan juga menjadi permasalahan bagi Deputi Bisnis Pegadaian Area Sorong, Maryono, S.Sos, M.BA.
Dirinya yang ditemui Radar Sorong di ruang kerjanya, Senin (6/7) mengungkapkan keresahan hatinya dengan banyaknya akun palsu yang menawarkan lelang online yang tersebar di berbagai media sosial. Menurutnya keberadaan akun palsu tersebut sangat merugikan dan dapat merusak citra perusahaan.
”Meresahkan sekali, secara otomatis merugikan dan secara tidak langsung menurunkan citra perusahaan. Sekaligus membuat ­kepercayaan masyarakat ­terhadap Pegadaian menurun. Oleh karenanya kami ­proaktif mengedukasi masyarakat dan nasabah kami,” ujarnya.
Dikatakannya, bulan lalu ada tiga kasus ditemukan berkaitan dengan lelang online yang mengindikasikan kepada penipuan.
”Bulan lalu ada 3 kali ­laporan, yang pertama sudah melakukan transfer. Sementara dua kasus, calon korban berinisiatif melaporkan kepada kami,” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukannya bersama tim untuk meminimalisir ­dampak dari adanya akun palsu yang menawarkan lelang online Pgadaian.
”Kami beri tahu nasabah bahwa Pegadaian tidak pernah mengadakan lelang online. Pegadaian hanya memiliki satu akun resmi Instagram, Facebook, Twitter, Website dan call center. Kemudian kita juga memiliki aplikasi pegadaian digital service atau PDS untuk convention, maupun pegadaian syariah digital (PSD). Jadi selain akun resmi itu maka akun lain dipastikan merupakan akun fake atau palsu,” bebernya.
Kemudian, lanjutnya, masyarakat harus jeli membedakan mana akun official pegadaian dan mana akun palsu. Akun resmi Pegadaian, teruatama instagram biasanya terdapat centang biru. Kemudian isi postingannya berupa ­edukasi maupun pemasaran, tidak sampai kepada penjualan apalagi penjualan lelang. ­Ciri-ciri akun fake yang lain biasanya merupakan akun baru yang belum lama ­dibuat. Lalu, biasanya akun fake memposting barang-barang elektronik dan perhiasan dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran.
”Untuk melancarkan aksinya, admin akun palsu pasti meminta transfer ke nomor rekening pribadi. Jadi ­masyarakat jangan terkecoh dengan banyaknya followers dan postingan, karena sekarang followers instagram bisa di create,” kata dia.
Berdasarkan ketentuan, pegadaian tidak pernah melakukan lelang online sebab hal itu belum diatur di ketentuan dasar Pegadaian. Pegadaian hanya melakukan lelang secara offline. Tata cara melakukan lelang, Pegadaian mempersilahkan nasabah melihat kondisi real dari barang-barang yang akan di lelang sehari sebelumnya.
”Tidak ada ptoses transfer duluan, tidak ada DP atau uang jaminan lelang. Kemudian jika nanti nasabah menang lelang, baru akan dilakukan transaksi secara langsung di outlet pegadaian,” jelas Maryono.
Untuk diketahui, program lelang Pegadaian secara rutin dilakukan 2 kali dalam ­sebulan. Namun di masa pandemi saat ini, lelang Pegadaian dilakukan hampir setiap hari. Bagi masyarakat atau nasabah pegadaian yang tertarik mendapatkan informasi terkait lelang barang-barang Pegadaian dipersilahkan untuk datang ke outlet Pegadaian. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed