oleh

Mantan Bupati Keerom Ditahan Polisi

JAYAPURA – Penyidik Kepolisian Resor Keerom menetapkan Mantan Bupati Keerom berinisial MM sebagai tersangka dugaan penggelapan dalam jabatan. Penetapan tersangka dilakukan pada tanggal 25 Juni 2021 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : S.TAP/08/VI/2021/ Reskrim. Dalam kasus ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang dan 1 ahli dari Kementerian Dalam Negeri.

Kasus penggelapan tersebut berawal pada tanggal 22 Februari 2021, RR selaku Kabid Aset menerima laporan dari Kasubag Rumah Tangga berinisial APR, bahwa barang-barang inventaris yang ada di dalam rumah jabatan bupati sudah tidak ada semua alias rumdis kosong. Pada tanggal 30 Maret 2021, Sekda Kabupaten Keerom yang dijabat oleh DPP, datang ke Polres Keerom membuat laporan polisi terkait barang-barang inventaris yang hilang tersebut.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Tanggal 1 April 2021, Satuan Reskrim Polres Keerom ditemani oleh APR, mendata barang-barang yang hilang dari rumah dinas jabatan bupati. Pada saat itu, Kasubbag Rumah Tangga mendapat informasi bahwa barang-barang inventaris rumah dinas jabatan bupati berada di rumah mantan Bupati Keerom berinisial MM yang berada di samping pompa bensin Arso 2 Kampung Yuwanain. 

Hari itu juga, pihak Pemkab Keerom dari bagian Aset Daerah bersama anggota Satreskrim Polres Keerom, mendatangi rumah mantan Bupati Keerom untuk mengecek barang-barang tersebut. Setelah itu, barang inventaris rumah dinas jabatan bupati tersebut diamankan di Polres Keerom sebagai barang bukti. Adapun barang bukti yang diamankan yakni 1 truk box mitsubishi canter Nopol PA 8942 AH, 6  AC, 5  set sofa, 5 meja sofa, 4 mic wireless, 4 loudspeaker, 2  stand mic, 1 set peralatan karoke, 1 buffet kaca, 1 meja nakas semi classic, 1 set meja makan kayu, 1 rice cooker, 1 mesin cuci.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal,SH mengatakan, penyidikan kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 77 / III / 2021 / SPKT-Keerom tertanggal 30 Maret 2021. Atas perbuatannya, tersangka MM ditahan mulai Senin (28/6) malam di Rutan Polres Keerom. ”Saudara MM menjabat sebagai Bupati Keerom periode 2018-2020. Inspektorat Kabupaten Keerom telah melakukan penghitungan nilai susut barang inventaris dari Rp 1.140.964.000 menjadi Rp. 421.178.000. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Primer Pasal 374 Subsider Pasal 372 KUHP,” jelas Kamal. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed