oleh

Manokwari ‘Panas’, 2 Warga Tewas Ditikam

Pelaku Penikaman Ditahan

MANOKWARI – Situasi  di Manokwari, ibukota Provinsi Papua memanas, Selasa (23/3) pagi hingga sore. Penyebabnya, 2 warga tewas ditikam oleh seorang pelaku yang diketahui berinisial AA. Kontan saja, kasus penikaman membuat marah pihak keluarga korban serta warga lainnya. Aksi pemblokiran jalan, pembakaran ban bekas serta pelemparan bangunan di tepi jalan kembali terulang. Kondisi seperti ini hampir sama seperti kejadian 19 Agustus 2019 lalu. 

Kasus penikaman  yang menyebabkan 2  orang meninggal dunia terjadi, Selasa subuh sekitar pukul 04 30 WIT di Transito Wosi tepatnya di depan mess  ladies karaoke. Pelaku diketahui berinisial AA (22) secara sadis menghabisi  nyawa  Daud Wambrauw (40) dan Hugo Saidui (35).

AA menghujamkan pisau ke tubuh korban hingga meninggal di tempat kejadian.  Darah segar berceceran di teras salah satu kosan, di halaman dan jalan lorong. Kedua korban dibawa ke kamar jenazah. Jenazah Daud Wambrauw dibawa  ke kamar jenazah RS AL dr. Azhar Zahir, sedangkan  jenazah Hugo Saidui dievaluasi oleh polisi ke kamar jenazah RSUD Manokwari yang letaknya berhadapan dengan Mapolres. Kedua korban berstatus sebagai PNS.  Daud Wambrauw bekerja di Dinas  Kehutanan Provinsi Papua Barat, sedangkan Hugo Saidui sebagai PNS Distrik Manokwari Utara, alamat Wosi AMD Cenderawasih.

Pantauan di lapangan, pihak keluarga dan kerabat berdatangan di kamar jenazah  RSUD sejak pagi untuk melihat langsung korban meski dari balik kaca jendela. Pihak keluarga menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan terhadap kedua korban. Keluarga korban juga mendatangi TKP, di Transito Wosi. 

Namun  mess ladies karaoke  yang didatangi sudah sepi, semua penghuninya telah diamankan ke Polres.  Sekitar pukul 10.00 WIT situasi kota Manokwari masih normal. Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan memanggil sejumlah tokoh masyarakat untuk melakukan pertemuan di kantornya. 

Di tempat lain, di kamar jenazah RSUD  suasana sudah memanas. Massa menginginkan jenazah Hugo Saidui dibawa ke rumah duka  di Wosi, dengan berjalan kaki.  Beberapa perwira polisi meminta massa untuk menahan diri. Namun massa tetap menghendaki agar jenazah dibawa ke rumah duka dengan berjalan kaki. Hingga akhirnya desakan massa ini tak dapat dicegah. Massa memikul keranda jenazah. 

Kapolres yang sedang melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat langsung keluar ruangan setelah mengetahui  jenazah dibawa ke rumah duka dengan berjalan kaki. ‘’Ayo semua personel siaga. Halau kalau massa masuk ke halaman (Mapolres),’’ ujar Kapolres sambil berlari ke arah massa yang mulai berjalan kaki mengusung jenazah.

Massa kemudian membawa jenazah dengan berjalan kaki. Kapolres dan beberapa tokoh masyarakata dan perwira polisi ikut serta.  Awalnya aksi pengusungan jenazah ke rumah duka ini berjalan aman dan damai. Massa melewati Jalan Bhayangkara, Jalan Siliwangi, lanjut Jalan Merdeka meski berlawanan arah dengan arus kendaraan.

Mendengar bahwa jenazah dibawah ke rumah duka dengan berjalan kaki, para pedagang pasar pun panik dan langsung menutup tempat usahanya. Termasuk pula pemilik toko, warung makan dan usaha lainnya di tepi jalan langsung ditutup.

Suasana berubah  ketika massa sampai di kompleks Kampung Makassar. Aksi lembar pun terjadi. Lemparan batu menghujam ke  bangunan di tepi jalan. Aparat keamanan berusaha keras menghalau dan meminta massa menghentikan lemparan. Aksi lempar ini baru berhenti ketika massa  yang mengusung jenazah masuk ke jalan Transito, menuru rumah duka.

Sejumlah toko, rumah makan dan bangunan lainnya menjadi sasaran pelemparan. Kaca sejumlah gedung berguguran. Termasuk pula kantor BCA (Bank Centeral Asia) di Wosi dan Kantor Bawaslu Manokwari tak luput dari lembaran hingga beberapa kaca pecah.

Suasana semakin panas, aksi pemblokiran jalan dan bakar ban meluas, termasuk di depan kantor PDAM, depan Swiss-belhotel Jalan Trikora, di depan Restoran Wong Solo Wirsi Jalan Trikora, dekat Telkom Jalan Merdeka. Arus lalulintas sempat terganggu akibat aksi pemblokiran  jalan ini.

Sekitar pukul 15.00 WIT, personel Sabhara Polda Papua Barat dan Polres Manokwari dikerahkan melakukan pembersihan di jalan dipimpin Karo Ops Polda PB Kombes Pol. Triatmodjo, dan turut serta Dirsabhara Kombes Pol Rudy Tan, Direskrimum Kombes Pol Ilham Saparona, Kabid Propam, Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi dan perwira menengah lainnya.

Polisi memadamkan api serta menyingkirkan kayu, batu yang dipakai memblokade jalan. Polisi sempat mengeluarkan tembakan ketika membubarkan  kerumunan massa di Borasi, Jalan Merdeka. Puluhan personel Sabhara dengan perlengkapan tameng bersiaga. Hingga pukul 16.00 WIT, situasi kota Manokwari sudah dapat dikendalikan. Arus lalulintas kembali normal, namun tempat-tempat usaha belum berani buka.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi, SIK, MH mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kamtibmas. Adapun kasus penikaman yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia hendaknya diserahkan ke polisi untuk proses hukum.  “Masyarakat agar menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian untuk diproses sesuai hukum. Masyarakat agar jangan melakukan tindakan lain yang melanggar tindak pidana, itu akan membuat permasalahan baru,’’ ujar mantan Kapolres Manokwari ini.

Kepada para kepala suku dan tokoh masyarakat, Kabid Humas Polda Papua meminta agar membantu pihak kepolisian untuk menenangkan keluarga korban dan menyerahkan permasalahan ini kepada pihak Kepolisian. ‘’Sampai sore ini situasi sudah berangsur-angsur membaik. Kita akan terus melaksanakan pengamanan sampai situasi betul normal,’’ ujar Kabid Humas.

Kabid Humas membeberkan kronologis kejadian, mengapa korban tega menghabisi nyawa kedua korbannya pada saat hampir bersamaan. Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIT tersangka AA sedang duduk di depan mess ladies karaoke. Beberapa saat kemudian korban dan berteriak ‘’jangan mau dengan laki-laki ini, dia tidak ada uang’’. 

Selanjutnya tersangka masuk ke dalam ruangan, akan tetapi kedua korban masih berteriak dengan ucapan yang sama. Karena tidak tahan dengan ucapan kedua  korban, tersangka tersinggung dan merasa dihina. ‘’Selanjutnya tersangka mencabut pisau dan menikam ke dua korban,’’ ujar Kabid Humas.

Setelah menikam kedua korban, tersangka sempat melarikan diri ke keluarganya di Soribo. Disarankan oleh keluarga agar tersangka menyerahkan diri ke kepolisian. Atas saran keluarga itu, AA pergi ke rumahnya di Gaya Baru Wosi. Tak lama kemudian, AA dijemput dan diamankan anggota Polres Manokwari. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed