oleh

Malam Bercanda, Siang Gantung Diri

SORONG – Warga Jalan Klalin Distrik Aimas Kabupaten Sorong digemparkan penemuan mayat pemuda berinisial RS (22) dalam kondisi tewas gantung diri. Korban gantung diri menggunakan tali yang diikat di tiang tempat tidur tingkat di dalam kamar tidur rumahnya pada Rabu (29/7) sekitar pukul 11.30 WIT.  

Charel Sarungallo, salah satu rekan korban yang juga saksi dalam kejadian ini mengatakan, sebelum ditemukan tewas,  pagi harinya korban mencuci piring di belakang rumah sehingga saksi meminjam motor korban untuk mengurus surat-surat ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sorong. ”Sebelum pergi, dia (korban,red) pesan agar saya cepat pulang karena motornya mau dipake sama dia ke Jalan Baru di Kota Sorong,” kata Charel.  

Setelah selesai urusan di Disdukcapil,  sekitar pukul 11.20 WIT saksi pulang ke rumah.  Kondisi saat itu pintu rumah tertutup sementara air kran di belakang rumah terus mengalir. Saksi memutuskan untuk masuk ke dalam rumah sambil terus memanggil korban, namun pintu kamar dalam kondisi tertutup. ”Saya panggil-panggil korban tapi tidak ada jawaban,  saya masuk lihat pintu kamar terkunci. Karena curiga saya dobrak pintu dan lihat korban dalam kondisi tergantung,” jelasnya.  

Saksi menemukan korban dalam kondisi gantung diri menggunakan tali rapia berwarna kuning tanpa mengenakan baju. Saksi memutuskam mengambil pisau dan memotong tali yang melilit leher korban,  sayangnya korban sudah tidak bernyawa. ”Saya coba lepaskan talinya tapi sudah tidak bernyawa,” ucapnya.  

Mengetahui kondisi rekannya tersebut, saksi lalu keluar rumah dan menyampaikan hal tersebut ke warga lainnya yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa warga berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Polres Sorong yang langsung ditanggapi dengan kedatangan anggota Sat Reskrim Polres Sorong yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Ronal Nobel Manalu,SE,S.IK,MH. 

Charel menambahkan,  penghuni rumah sebanyak 4 orang.  Rumah tersebut milik orang lain yang memperbolehkan mereka berempat tinggal sekaligus menjaga rumah.  Saat kejadian berlangsung, korban seorang diri di rumah karena 2 orang lainnya yang merupakan pasangan suami istri sudah berangkat meninggalkan rumah.  

Charel mengaku kaget dan tidak menduga korban bunuh diri,  karena malam sebelumnya keduanya masih sempat bercanda. ”Tadi malam kita masih bercanda, saya juga masih sempat bertanya dia ada masalah apa tapi dia bilang tidak ada,” jelasnya. 

Anggota Satreskrim Porles Sorong yang tiba di lokasi, melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi serta membawa korban ke RSUD Rujukan Km 22 Kabupaten Sorong, namun ditolak oleh beberapa petugas medis dengan alasan fasilitas ruang visum belum memadai. Korban lalu dibawa ke RSUD Sele Be Solu Kota Sorong untuk menjalani visum.  Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD Rujukan Km 22 Kabupaten Sorong,  dr. Frida Susana Wanane.  

Kasat Reskrim Polres Sorong menjelaskan, penyebab kematian korban masih akan didalami untuk dapat dipastikan. Dari hasil visum yang diterima, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. ”Penyebab korban gantung diri masih kami dalami dan belum bisa dipastikan, namun menurut hasil visum yang kami terima dari salah satu dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelasnya.  (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed