oleh

Mahyudin Rasid Promosi Magister

-Metro-421 views

SORONG – Setelah serangkaian tahapan yang dilalui, kini tahapan terakhir yang harus dilalui Mahyudin M. Rasid sebelum resmi diwisuda pada 12 Desember 2019 mendatang adalah promosi magister. Menurut Direktur Pascasarjana STAIN Sorong, Dr. H. Surahman Amin, Lc., MA, promosi ini adalah syarat yang harus dipenuhi calon wisudawan Pascasarjana sebelum diwisuda.

Dalam kegiatan promosi magister ini, Mahyudin mempresentasikan terkait tesisnya yang berjudul Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berkarakter Kearifan Lokal di SMP Lab. STKIP Muhammadiyah Kabupaten Sorong. Mahyudin melakukan penelitian untuk tesisnya selama 3 bulan di Pulau Arar.

Penyerahan cinderamata oleh Mahyudin M. Rasid kepada Direktur Pascasarjana STAIN Sorong, 

Alasan pemilihan judul ini, karena dirinya sempat membaca sebuah artikel yang menceritakan bahwa seorang kepala sekolah SMP dilibatkan dalam kegiatan berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, dirinya merasa penasaran dan merasa harus berkunjung ke sana.

“Sesampainya saya di sana, banyak keunikan-keunikan yang tidak saya temukan di tempat lain. Salah satunya adalah ketrampilan memancing,” terang Mahyudin.

Diakhir pelajaran beberapa siswa kadang kala diajarkan bagaimana mengendarai perahu Jhonson dan bagaimana menangkap ikan dengan cara yang baik. Selain itu kepala sekolah di SMP tersebut juga mengejarkan muridnya untuk bagaimana membudidayakan rumput laut. Kemudian dari hasil penjualan itu, digunakan untuk kegiatan mereka.

Kendala yang dihadapi Mahyudin dalam penelitian tesisnya adalah, ia yang harus pergi – pulang 8 kali, menyusuri medan yang sulit untuk dijangkau. Hal ini sering diakibatkan karena tingginya gelombang dan kurang tersedianya jumlah perahu yang digunakan untuk menyebrang.

Sementara itu, ditambahkan Surahman Amin, STAIN juga mendukung kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan kerifan lokal. Dengan modal kearifan lokal kepemimpinan salah satu sekolah SMP di Papua ini bisa berjalan dengan baik.

“Masyarakat di Papua ini kan majemuk, jadi dibutuhkan pemimpin yang memang bisa mengerti karakter daerah dan lingkungan yang dipimpinnya. Kebetulan yang dikaji adalah SMP STKIP Muhammadiyah, yang saat ini sudah menjadi Unimuda, dan berhasil. Apalagi gurunya sendiri, Pak Arifin, merupakan salah satu guru dengan predikat terbaik tingkat nasional. Artinya ini sudah bisa dijadikan garansi,” sambungnya.

Judul tesis yang diambil dirasa sangat linier dengan slogan STAIN, yaitu keislaman, keindonesiaan, kepapuaan dan kepemimpinan. STAIN juga memiliki distingsi kepemimpinan transpormatif, sehingga sangat cocok. (cr-50)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed