oleh

Mahasiswa Tolak Kehadiran Kodim

FEF – Meskipun telah diresmikan 14 ­Desember lalu, Kodim Tambrauw tetap mendapatkan penolakan dari mahasiswa. Kini mahasiswa asal Tambrauw yang studi di Manokwari yang melakukan itu. Mereka dengan tegas ­melakukan penolakan berdirinya Kodim di atas daerah yang khas dengan penyu belimbing tersebut. 

Beberapa alasan mahasiswa melakukan penolakan, diantaranya kehadiran Kodim di Tambrauw dinilai akan menimbulkan traumatis (ketidaknyamanan psikologis). “Kami trauma dengan pembangunan Kodim karena pernah terjadi berbagai kekerasan terhadap masyarakat, maka kami dengan tegas menolak Kodim di Kabupaten Tambrauw,” kata Marinus Yeblo, Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw kota studi Manokwari  saat jumpa pers, kemarin (29/12).

Menurutnya, kehadiran Kodim itu akan menciptakan konflik di tengah kehidupan masyarakat. “Pembangunan Kodim di Tambrauw sangat ‘kacau’, karena dengan pembangunan Kodim ini, akan ada konflik kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat,” tutur Yeblo. “Kami tidak  butuhkan Kodim di Tambrauw, yang kami butuhkan adalah pelayanan kesehatan, pendidikan yang baik terutama pembangunan sumber daya manusia. Maka itu kami seluruh mahasiswa, pemuda beserta masyarakat dengan tegas menolak Kodim di Kabupaten Tambrauw,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan Kodim tidak menjadi kebutuhan utama masyarakat Tambrauw, karena yang dibutuhkan ialah pembangunan sumber daya manusia, apalagi Tambrauw bukan daerah konflik sehingga harus dibangun Kodim. “Kodim tidak terlalu penting bagi mahasiswa, pemuda atau masyarakat adat Tambrauw karena yang kami butuhkan hari ini adalah sumber daya manusia. Pemerintah harus siapkan SDM terlebih dahulu. Tambrauw itu bukan daerah konflik sehingga Kodim tidak terlalu dibutuhkan,” tegasnya.

Pihaknya mencontohkan berbagai kasus kekerasan yang terjadi karena kehadiran TNI/POLRI, seperti di Nduga, Intan Jaya, Merauke dan daerah Papua lainnya. Dia menegaskan lagi bahwa kehadiran Kodim di Tambrauw bukan permintaan atau keinginan masyarakat. “Pembanguan Kodim di Tambrauw tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Maka kami tegas kepada pemerintah Kabupaten Tambrauw agar segera membatalkan Kodim di Tambrauw,” pungkas Yokser, koordinator jumpa pers. (raf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed