oleh

Mahasiswa Misool Demo PT. MER

Terkait Ketidakjelasan Persoalan Kerusakan Terumbu Karang

SORONG – Ikatan Mahasiswa Misool Raya (Imamura) menggelar aksi demo di depan kantor Misool Eco Resort (MER), Selasa (6/8) menuntut kasus penabrakan karang di Pulau Jam pada tahun 2015 silam.  Para pendemo mulai berkumpul di Sorong City depan Bandara DEO pada pukul 10.00 WIT, selanjutnya bergerak ke depan kantor PT. Misool Eco Resort dan tiba sekitar pukul 12.30 WIT. Aksi demo ini dikarenakan ketidakjelasan permasalahan penabrakan terumbu karang oleh kapal milik PT. MER. 

Imamura menuntut pihak PT. MER bertanggung jawab atas kasus tersebut, merehabilitasi kasus karang pada tahun 2015 yang dilakukan oleh kapal milik PT. MER, menindaklanjuti karyawan lokal yang di PHK, dan harus mengutamakan perekrutan karyawan lokal.  Sebelumnya, pada tanggal 20 Juli lalu telah dilakukan audiens antara PT. MER dan Mahasiswa Misool untuk kasus tersebut. Salah satu staf MER menyampaikan bahwa kejadian tersebut sudah diselesaikan dengan pihak BLUD pada tahun 2015 lalu. 

Peserta aksi demo dalam kesempatan ini meminta bukti bahwa kasus tersebut sudah selesai, namun PT. MER tidak bisa memberikan bukti berupa berita acara/dokumen yang diminta. Karena itu, para mahasiswa Misool menduga adanya unsur kesengajaan dari PT. MER ke pihak BLUD dalam menyelesaikan persoalkan tersebut.  “Baru kali ini kami bongkar ketika melakukan investigasi secara mendalam, memang kami tidak melakukan pembuktian-pembuktian tapi kami mendengar dari berbagai masyarakat dan isu ini sudah berkembang,” kata salah satu mahasiswa yang ikut aksi demo kepada Radar Sorong, Selasa (6/7) .

Kronologi kejadian yang dijelaskan oleh PT. MER terkait kerusakan karang, adalah pihak PT. MER mendengar adanya kapal kargo milik mereka yang terhempas gelombang. Karena tidak mengetahui posisi pasti lokasi kapal menabrak karang, pihak PT. MER turun untuk mencari dan mengecek lokasi terumbu karang dan pihak MER melibatkan BLUD karena BLUD yang mempunyai otoritas dalam kawasan pengelolaan lautnya. 

Menyikapi aksi demo dari Immamura ini, Office Manager MER, Hendarto mengatakan, sebelum mahasiswa menuntut, pihak MER telah melakukan rehabilitasi karang sejak tahun 2013 di lokasi yang dulu di hancurkan oleh aktifitas merusak dengan bom dan dengan potasium. Aktifitas itu pun terekam dan bisa di cek pada website resmi PT. MER.  “Selain itu kami juga telah membangun TK di Misool pada tahun 2013, tahun 2017 TK itu di akuisisi oleh pemerintah daerah dijadikan terdaftar pada dinas pendidikan nasional,” jelas Hendarto kepada Radar Sorong, kemarin.

Sementara itu, Hery Yusa Mandara menjelaskan bahwa sebenarnya bukan PHK yang dimaksud dalam tuntutan mahasiswa tersebut, melainkan mangkir sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Perselisihan Hubungan Industrial dikarenakan pihak MER telah memanggil karyawan tersebut untuk hadir berulang-ulang namun karyawan tersebut tidak hadir juga.  “Kami sangat kecewa karena apa yang kami lakukan selama ini tidak mereka perhatikan. Tapi satu masalah yang kami sudah selesaikan dan kami tidak bisa memberikan berita acara atau bukti, mereka ungkit dan dipermasalahkan,” ucapnya. (Cr-49)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed