oleh

Mahalnya Biaya Rapid Test Dikeluhkan

-Metro-271 views

SORONG-Meski sudah adanya edaran Surat Keterangan Menteri Kesehatan terkait harga tertinggi rapid test yakni Rp 150 ribu. Namun hingga saat ini belum diterapkan di rumah sakit maupun apotek yang melayani rapid test di Kota Sorong.

Hal tersebut disampaikan salah satu pelaku perjalanan, Monica S saat hendak melaksanakan rapid test untuk melengkapi dokumen perjalanan keluar Kota Sorong, Jumat (10/7).

Monica menjelaskan bahwa walaupun sudah adanya SK Menteri Kesehatan terkait harga Rapid Test hanya Rp 150 ribu, namun dirinya masih membayar Rp 350 ribu di salah satu apotik di wilayah Kota Sorong. Namun demi kebutuhan tugas, ia harus melaksanakan rapid test untuk melengkapi dokumen keberangkatan dari Kota Sorong menuju Biak.

“Kemarin, saya rapid test di salah satu apotek di Kota Sorong itu biayanya Rp 350 ribu, tapi itu terlalu mahal. Padahal yang saya baca edaran dari Menteri Kesehatan sekitar Rp 150 ribu. Tapi tidak tahu di sini masih Rp 350 ribu dan kayaknya itu harga rapid test terendah di Kota Sorong,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Monica berharap, harga rapid test yang berdasarkan edaran Meteri Kesehatan bisa diterapkan ke semua apotek maupun rumah sakit yang ada di Sorong maupun daerah lainnya.

“Mungkin bisa lebih rendah lagi dari Rp 150 ribu karena rata-rata masyarakat saat ini tidak mampu,”harapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Sorong, Ruddy R. Laku mengatakan Surat Edaran Menteri Kesehatan yang sudah dikeluarkan terkait batas tertinggi harga rapid test senilai Rp 150 ribu sudah diketahui oleh Pemerintah Kota Sorong. Sehingga berdasarkan edaran Menkes tersebut, pihak Gustu Covid-19 Kota Sorong akan melakukan sosialiasi kepada rumah sakit dan rapat bersama untuk menyikapi SK Menteri Kesehatan.

“Semoga ini bisa diikuti oleh rumah sakit dan tentu akan meminta pertimbangan dari rumah sakit untuk menyikapi SK Menkes. Penerapan SK Menkes terkait batas harga tertinggi rapid test ini tidak membedakan mana RS Swasta atau RS Pemerintah,”tuturnya

Menanyakan RS mana saja yang melaksanakan rapid test berbayar, Ruddy mengungkapkan, bahwa ada beberapa RS yang menerapkan rapid test berbayar diantaranya RS Pertamina, RSAL Dr. Oetojo, kemudian Bandara DEO Sorong.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed