oleh

Maggot BSF Solusi Atasi Sampah Organik

SORONG-Guna mengatasi masalah sampah, Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong Kota Sorong membuat percontohan pengolahan sampah organic dengan maggot (larva) Black Soldier Fly (lalat tentara hitam). Selain mampu mengurai sampah organic dengan cepat, maggot juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, ikan, dan sebagainya, telur BSF juga bernilai ekonomis.

Kepala Dinas PPLH Kota Sorong, Julian Kelly Kambu,ST,MSI mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Mbah Gimbal yang selama ini melakukan riset demi riset sehingga menghasilkan bibit maggot yang secara teori bisa diterapkan untuk mengatasi sampah organic.  “Kami kerjasama dengan Mbah Gimbal, memanfaatkan lahan di sekitar Kantor Lingkungan Hidup, ada juga rumah persemaian pertanian. Kita menfaatkan untuk pengolahan sampah organic dengan maggot. Tujuan utamanya bagaimana Kota Sorong ini menjadi bersih dari sampah organic, kota ini hijau, sehat dan berkelanjutan, melalui pengolahan sampah organic menjadi maggot,” kata Kelly Kambu kepada wartawan, kemarin (13/8).

Dikatakannya, bila kita bisa mengolah sampah organic ini secara sistimatis, maka konsep bersih, hijau, sehat dan berkelanjutan itu dapat terjawab, sehingga penilaian Kota Sorong sebagai Kota Terkotor bisa berubah menjadi Kota Bersih. “Ini merupakan salah satu terobosan dan program unggulan untuk kita kembangkan,” ucapnya. 

Tujuan kami lanjut Kelly, bagaimana Perda Pengolahan Sampah dan Perda Retribusi Sampah bisa dimaksimalkan dengan memberdayakan masyarakat untuk pengolahan sampah organic dengan maggot yang bisa dimanfaatkan jadi pakan ikan, ternak, bahkan sisanya bisa menjadi pupuk kompos. “Ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlewati, dengan maggot masalah sampah organic bisa teratasi. Di Kota Sorong ini sudah ada bank sampah untuk menangani sampah anorganik, maggot bisa menangani sampah organic, maka semua permasalahan sampah bisa dikurangi, dan tujuan melihat kota ini bersih bisa tercapai. Penanganan sampah dengan metode maggot ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah,” pungkasnya.

Mbah Gimbal yang ditemui di Kantor Dinas PPLH mengatakan, bila selama ini kita bingung mengatasi sampah organic yang menimbulkan bau menyengat, ia tertantang untuk mengatasi masalah sampah. Karena itu, ia mengembangkan pengolahan sampah organika dengan maggot. Selain mengurangi sampah, maggot juga bermanfaat untuk petani, peternakan, perikanan dan lainnya.  “Kita buat projek percontohan untuk pengembangan pengolahan sampah dari sisi peternakan, maggot ini. Maggot bisa untuk pakan lele, unggas, babi dan sebagainya. Mediumnya sampah organic, bibit maggot sudah tersedia,” kata Mbah Gimbal. Menurutnya, maggot (larva lalat tentara hitam) memakan sampah organic dengan cepat. “Maggot 1 kilogram bisa menguraikan sampah organic 1 kg dalam tempo 10 menit, itu riset saya,” ucapnya.

Dikutip dari berbagai sumber, BSF memiliki nama latin Hermetia illucens Linnaeus 1758 termasuk kerabat lalat (keluarga Diptera), tubuh dewasa-nya menyerupai tawon berwarna hitam, panjang 15-20mm. Larvanya (Maggot) memakan hampir semua jenis bahan organik seperti buah dan sayuran membusuk, ampas kopi dan teh, limbah penggilingan padi, organ dalam ikan, bangkai hewan, bahkan kotoran hewan, sehingga sangat ideal dimanfaatkan sebagai pengolah limbah organik dan pengolah kompos. 

Siklus hidup lalat BSF yakni lalat BSF – Telur BSF – Magot – Pupa – Pupa atau kepompong. Total siklus hidup lalat BSF atau siklus hidup black soldier fly antara 40 sd 44 hari. Setelah tahap telur selama 4 hari, tahap larva dapat berlangsung antara 1 – 2 bulan tergantung keberadaan makanan dan kondisi media. Pada waktunya, larva mengosongkan isi perutnya kemudian mencari tempat yang kering untuk berubah menjadi pupa. Pupa akan diam selama 2 minggu sampai dengan 1 bulan sebelum keluar menjadi BSF dewasa. BSF dewasa akan mencari pasangan dan kawin dalam 2 hari, bertelur kemudian mati. BSF dewasa tidak memiliki mulut sehingga tidak makan selama hidupnya dan mengandalkan cadangan lemak di tubuhnya. Karena BSF dewasa tidak makan maka tidak mengganggu lingkungan dan tidak potensial menyebarkan penyakit, tidak seperti lalat pada umumnya. (ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed