oleh

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Nasional

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah menganugerahkan penghargaan Pahlawan Nasional kepada Machmud Singgirei Rumagesan Raja Sekar Kokas dari Fakfak. Penganugerahan Pahlawan Nasional disampaikan ­bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke-75, Selasa, 10 November 2020. 

“’Saya sebagai Gubernur Papua Barat dan atas nama masyarakat di Tanah Papua, dan khususnya di Papua Barat, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Bapak Presiden yang telah memberikan penghargaan Pahlawan Nasional kepada Machmud Singgirai Rumagesan,” tutur Gubernur kepada wartawan usai mengikuti upacara Hari Pahlawan ke-75 secara virtual.

Gubernur mengatakan, masih banyak putra Papua Barat yang layak dianugrahi Pahlawan Nasional karena telah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Namun pengusulan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional butuh proses panjang, berdasarkan usulan pemerintah daerah.  “Masih banyak yang layak untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Ada beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi. Latar belakang perjuangannya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat dan kabupaten/kota lanjut Gubernur, bakal mengusulkan lagi beberapa tokoh  yang layak mendapat gelar Pahlawan Nasional. “Ada banyak lagi yang nanti kita usulkan. Sebelumnya kan sudah ada 4 Pahlawan Nasional dari tanah Papua, sekarang sudah jadi 5 orang. Masih banyak lagi yang kita akan usulkan untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” tandas Dominggus.

Ditanya soal kiprah 3 tokoh asal Manokwari, Lodwijk Mandacan, Barend Mandacan dan Keliopas Meidodga yang berjasa ikut berjuang dalam pembebasan Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda, Gubernur mengatakan, ketiganya juga layak diusulkan. Namun pengusulan menjadi Pahlawan Nasional perlu proses panjang dan persyaratan. “Kita akan lihat itu, namun ada persyaratan yang perlu diurus,” kata Dominggus yang merupakan putra dari Lodwijk Mandacan ini.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Dr. Baesara Wael, SSos menjelaskan, usulan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional diurus oleh Dinas Sosial. Perlu melengkapi data-data dan syarat yang membuktikan bahwa tokoh yang diusulkan benar-benar sebagai kemerdekaan atau mempertahanakan kemerdekaan.

Kabankesbangpol mengatakan, ada bukti-bukti sejarah yang mendukung sehingga Machmud Singgirai Rumagesan dari Fakfak ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. “Ada bukti-bukti dokumen, dan keterangan saksi-saksi yang membuktikan bahwa yang bersangkutan sebagai pejuang kemerdekaan,” ujar Baesara.

Berdasarkan Riwayat Hidup, Machmud Singgirai Rumagesan lahir di Sekar Kokas, salah satu Distrik di Kabupaten Fakfak Papua Barat pada 27 Desember 1885. Ia menjabat sebagai Raja Sekar Kokas pada periode 1910-1965. Kemudian pada Tahun 1959 hingga 1965 menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA RI).

Pada 1903 diangkat sebagai Kepala Agama Islam di Lingkungan Kerajaan Sekar Kokas. Dan pada Tahun 1906 Machmud Singgirai Rumagesan diangkat oleh ayah kandungnya, Raja Pipih Syahban Rumagesan sebagai Raja Muda Sekar Kokas. Tahun 1910, ia dinobatkan sebagai Raja Sekar Kokas menggantikan Raja Pipih Syahban Rumagesan yang mengundurkan diri.

Raja Machmud Singgirai Rumagesan diangkat menjadi Ketua Umum Gerakan Cendrawasih Muda Revolusi Irian Barat pada Tahun 1953. Kemudian pada 29 Januari Tahun 1951 menjadi peserta Kongres Nasional untuk Perdamaian mewakili Irian Barat.

Raja Machmud Singgirai Rumagesan pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Nasional RI Penasehat Presiden untuk permasalahan Irian Barat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 158/1957 dan di Tahun 1959 dengan Keputusan Presiden RI Nomor 158/1959 Ia pun diangkat sebagai Anggota DPA RI hingga Wafat pada Tanggal 05 Juli 1965. Raja Machmud Singgirai Rumagesan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan TMP Trikora Kokas, Kabupaten Fakfak.

Presiden Ir. Soekarno juga pernah mengangkat Mochmud Singgirai Rumagesan pada Tahun 1959 sebagai Anggota Fron Nasional RI dan Anggota Dewan Musyawarah Pembantu Pimpinan Revolusi, sebuah lembaga ekstra Konstitusi. Raja Sekar Kokas juga ditunjuk sebagai penasehat Konfrensi putra-putri Irian Barat pada Tahun 1960 yang digelar pada 13 hingga 14 April di Cobogo Bogor, Jawa Barat.

 Sejumlah piagam penghargaan yang diperoleh, di antaranya dari Angkatan Darat Teroterium VII Wirabuana, Resimen Infantri 25 selaku Pimpinan Cendrawasih Revolusioner Irian Barat. Kemudian, Piagam Penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat Republik Indonesia atas jasanya membantu Angkatan Darat Republik Indonesia dalam memperjuangkan Irian Barat kembali ke Pangkuan NKRI.

Ketua DPRD Kabupaten Fakfak Siti Hegemur juga bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menganugrahkan Pahlawan Nasional kepada Raja Sekar Kokas Machmud Singgirai Rumagesan. “Kami bangga, Alhamdullillah,” ucap Siti yang dihubungi lewat telepon selulernya, kemarin.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed