oleh

Lurah Dilarang Keluarkan Surat Izin Keluar Kota

-Metro-461 views

SORONG-Para Lurah yang ada di Kota Sorong dilarang mengeluarkan surat izin untuk masyarakat yang ingin meninggalkan Kota Sorong. Surat izin keluar dari Kota Sorong hanya boleh dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong.

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM menekankan, bahwa surat izin keluar dari Kota Sorong tidak boleh dikeluarkan dari kelurahan manapun di Kota Sorong. Wali Kota Sorong menekankan agar pihak Bandara DEO Sorong melihat dengan teliti surat keterangan yang dibawa oleh para penumpang yang hendak keluar dari Kota Sorong.

“Tidak boleh, surat izin keluar dari Kota Sorong hanya boleh di keluarkan oleh tim kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan, karena merekalah yang akan melakukan rapid tes kepada warga yang akan keluar dari Kota Sorong,”jelasnya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Dia menuturkan, adanya lurah yang keluarkan surat izin keluar dari Kota Sorong, itu adalah pelanggaran dan tidak boleh. Menurutnya, lurah hanya boleh mengeluarkan surat keterangan untuk pembuatan e-KTP.

Menanyakan terkait sanksi yang akan diberikan kepada lurah yang memberikan izin keluar dari Kota Sorong, Lambert mengatakan akan memanggil lurah yang bersangkutan karena telah salah menyalahgunakan kewenangan.

Sementara itu, Kepala Lurah Malaingkedi, Yohanis K. Pasanggim S,IP pun mengakui dirinya telah membuat satu surat izin keluar Kota Sorong kepada salah satu masyarakat di wilayah kelurahannya. Namun, hal tersebut dikarenakan masyarakatnya tersebut membawa contoh surat izin keluar dari Kota Sorong yang dikeluarkan oleh salah satu kelurahan lainnya di Kota Sorong.

“Sebenarnya surat jalan itu bukan kami yang buat, tapi salah satu masyarakat membawa contoh surat izin dari Bandara yang dibuat oleh Kelurahan Pal Putih. Sehingga kami keluarkan surat izin keluar dari Kota Sorong dengan ketarangan pulang kampung,”ungkapnya.

Diakuinya, hingga kini masih banyak masyarakat di wilayah Kelurahan Malaingkedi meminta untuk dibuatkan surat izin keluar dari Kota Sorong. Namun, karena memang tidak diperbolehkan sehingga dirinya pun tidak akan mengeluarkan surat izin lagi. Karena, dalam pembuatan surat izin kemarin, warganya datang membawa hasil rapid test dari RS Pertamina.

“Katanya mereka sempat ke Satgas namun Satgas bilang tidak bisa keluar dari Kota Sorong. Sehingga mereka ke Bandara, kemudian ada surat keterangan dari Kelurahan Pal Putih dengan menggunakan materai dan mereka bawa sendiri ke sini sebagai contoh,” bebernya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed