oleh

LPDP Berjuang Selamatkan Generasi Muda

-Metro-98 views

SORONG- Lembaga Penginjilan Doa dan Pemulihan (LPDP) Tanah Papua resmi hadir di Kota Sorong pada tanggal 22 Mei 2020 lalu. Hadirnya LPDP di Kota Sorong ditandai dengan ditentukannya sekretariat LPDP Kota Sorong beserta seluruh pengurusnya. Sebagai ungkapan rasa syukur, para pengurus LPDP Kota Sorong menggelar doa bersama pemasangan papan secretariat, pada Minggu, 22 Mei lalu yang dilanjutkan dengan Rell doa hingga jelang pagi.

Ketua LPDP Kota Sorong, Salomina Werimon  mengaku sangat bersyukur dengan masuknya LPDP ke Kota Sorong. Sebab dengan hadirnya LPDP di Kota Sorong menyatukan banyak orang dari berbagai daerah, berbagai suku dan berbagai bahasa untuk menyamakan tujuan yang satu. Kehadiran LPDP Tanah Papua di Kota Sorong disambut baik oleh 12 Menara Doa, untuk capai pada satu tujuan terbaik.

Hadirnya LPDP di Kota Sorong bermaksud menjadi penyelamat bagi umat, terutama bagi generasi muda di Kota Sorong. “LPDP Kota Sorong merupakan perempuan dari berbagai suku bangsa yang akan merangkul satu per satu dari suku ke suku untuk meluruskan kehidupan menuju satu tujuan terbesar bagi orang Papua,” kata Salomina.

Melalui LPDP ini, lanjut Salomina, membuat perempuan-perempuan dan mama-mama Papua merasa percaya diri sebagai perempuan yang menangis di atas negeri ini untuk keselamatan pemulihan negeri tanah Papua.

Sementara itu, Ketua Umum LPDP, Cornelia Baransano memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Pemerintah Kota Sorong, terkhusus Wali Kota Sorong beserta jajaran yang turut mendukung pelaksanaan reli doa perdana LPDP Kota Sorong. “Kami dari lembaga LPDP sangat berterima kasih kepada pemerintah telah mengizinkan dan memberi dukungan dalam pelaksanaan Rell Doa perdana kami malam itu,” ungkapnya.

Cornelia menanggapi adanya wabah Covid-19 yang menyebar luas hingga ke tanah Papua, mengaku tak bisa melakukan banyak hal. Namun secera khusus, pihaknya melalui tindakan iman yang dibawa dalam doa reli, dirinya mengaku bahwa segala doa dari hamba Tuhan di Tanah Papua akan segera terkabul oleh Tuhan.

Dijelaskannya, selain pelayanan keagamaan lembaga LPDP juga melayani pelayanan sosial yang dibagi melalui sembilan divisi, yakni penginjilan, doa, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, hukum dan HAM, pemberdayaan perempuan dan anak, dan prasarana.

“Kami bekerja bukan untuk memiliki diri sendiri. Kita harus lihat anak-anak yang terjerumus aibon dan narkoba misalnya, siapa yang mau menangani. Kalau hanya pemerintah, tidak mungkin bisa, maka dari itu, kita harus turut membantu melalui gereja. Intinya kami tidak bisa menutup diri, harus sama-sama bekerja untuk mencapai satu tujuan,” tandasya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed