oleh

LP Dugaan Pembunuhan Mantan Kades Weswasa Dihentikan.

KAIMANA – Penyidik Polres Kaimana secara resmi telah menghentikan laporan Polisi (LP), yang dilaporkan oleh keluarga korban, tentang dugaan pembunuhan atas meninggalnya mantan kades Weswasa Ferdiand Esuru di depan Kaimana Beach Hotel (KBH) belum lama ini.
Penghentian laporan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penghentian (SP3) yang diterima pihak keluarga. Laporan dihentikan oleh penyidik, berdasarkan pengembangan tidak adanya dua alat bukti yang cukup.
Kuasa hukum keluarga korban Semy Luanmasar, SH ketika dikonfirmasi terkait dengan SP3nya laporan Polisi yang diajukan oleh kliennya mengatakan, sebagai praktisi hukum tetap menghormati keputusan Polisi. Namun menurut Semy, pihaknya belum mengambil keputusan, karena masih menunggu putusan pengadilan atas dakwaan, meninggalnya mantan kades Weswasa tersebut akibat kecelakaan lalulintas.
“SP3 perkara ini, selaku kuasa hukum keluarga sebenarnya kami merasa tidak puas. Akan tetapi sebagai orang yang mengerti hukum dan aturan, karena SP3 perkara ini dengan alasan tidak cukup bukti,” jelasnya ketika dikonfirmasi di Pengadilan Negeri Kaimana, Selasa (24/11).
“Nanti kita lihat, jika putusan lakalantasnya terdakwa bebas murni, maka kita tetap akan memproses lanjut, serta meminta SP3 tersebut dicabut dan penyidikan harus dilanjutkan,” lanjut Semy.
Dalam keterangannya Semy menuding penyidik yang terkesan tidak serius dalam mendalami, laporan Polisi yang dibuat oleh kliennya. Seharusnya kata Semy, dua orang saksi yang telah diperiksa atas laporan tersebut menjadi pintu masuk untuk melidik lebih lanjut.
“Bagi saya pihak penyidik tidak seriusdalam proses penyidikan tersebut, sehingga dua saksi yang bagi saya patut sebenarnya diduga, akan tetapi perkara tersebut di SP3kan,” ujarnya.
Mantan kepala desa kampung Weswasa Ferdinand Esuru, ditemukan tak bernyawa di depan Kaimana Beach Hotel (5/7) lalu. Dalam peristiwa tersebut Polisi akhirnya mengamankan, dua orang yang diduga sebagai pelaku penabarakan, dan kini perkaranya sementara bergulir di persidangan.
Sepekan atas meninggalnya Ferdinand Esuru keluarga korban Rabu (15/7) lalu, melalui kuasa hukum pihak keluarga korban, Semy Luanmasar, SH, kembali mendatangi Polres Kaimana, untuk membuat Laporan Polisi (LP) tentang dugaan pembunuhan berencana, atas meninggalnya Ferdinand Esuru. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed