oleh

Liga Vakum, Boaz Tulis Buku

JAYAPURA – Pandemi Covid-19  membuat Liga I Indonesia musim kompetisi 2020/2021 hingga kini tidak jelas kelanjutannya. Mengisi kekosongan vakumnya kompetisi, dua pemain senior Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan Yustinus Pae memilih untuk ­menulis buku.

Bochi dan Tipa, panggilan akrab kedunya, mencoba merambah ke dunia literasi dengan menulis buku, berkolaborasi dengan penulis muda indie, Saepul Sambas, yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sudah dua buku yang mereka tulis dan siap untuk diedarkan ke publik. Buku pertama berjudul “Pemuda Bola, Semangat Sepakbola Papua” dan buku kedua sebuah bunga rampai “Pemuda-Gerakan-Bola Pengusaha-Bijak”.

Saepul Sambas mengaku pertama kali kenal Tipa melalui media sosial, tapi dibantu juga oleh salah seorang official Persipura dan Prisca Womsiwor. Dari situlah, komunikasi  mereka kian intens dan akhirnya kita saling konek dan dekat satu sama lain dan ia juga mulai dekat dengan Boaz Solossa.

Menurut Saepul, Tipa dan Bochi waktu itu mencari orang yang minimal bisa membuka usahalah. Tahun 2019 itu  mereka melakukan  sharing dan ia coba tawarkan membuat karya buku ini.  “Kaka Tipa dan Bochi lantas mengiyakan, karena berkaca pada perjalanan Persipura sepertinya belum ada yang mencoba ini. Disitulah kami sepakat belajar nulis bareng dan berkarya, kebetulan saya pernah juga menulis satu buku. Kita ketemu di beberapa kota sambil garap materi tulisannya sampai buku ini selesai,” kata Saepul Sambas.

Dua buku hasil kerja bersama ini seolah ingin mengingatkan publik bahwa dengan ketiadaan kompetisi tak menjadi alasan berhenti berkarya. Mereka buat karya buku yang secara legalitas sudah selesai,  yang buat di masa pandemi ini, dengan  targetnya bisa ke seluruh Indonesia untuk distribusinya secara umum, khususnya kita akan masuk ke Papua dan Papua Barat di seluruh kabupaten-kota. “Soal esensi atau tujuannya, untuk bikin generasi muda bersemangat membaca dan meningkatkan minat baca. Sosok dua pemain ini memperlihatkan ternyata mereka juga bisa berkarya di bidang lain,” terangnya.

Bochi dan Tipa memiliki kerinduan menceritakan perjalanan klub Persipura, juga deretan para pemainnya melalui buku. Boaz Solossa   mengaku ketertarikannya membuat buka karena saat ini di dunia sepakbola Indonesia selain Bambang Pamungkas, pemain di Papua belum ada yang pernah coba membuat buku. Hal itulah yang membuat ia  dan Tipa akhirnya tertarik. “Kita optimis apa yang kita buat ini bisa diterima. Kedepannya kita berencana buat lagi buku yang bercerita tentang legenda-legenda Persipura dan pemain senior Persipura lainnya, dan akan kita buat secara detail lagi,” kata Boaz Solossa.

Menulis buku bukan untuk mencari penghasilan sampingan di tengah vakumnya kompetisi, tapi mereka ingin memberikan inspirasi bagi generasi muda Papua lewat tulisan.  “Saya tertarik karena berkaca pada pengalaman para pesepakbola yang di atas kita itu setelah mereka pensiun pasti sejarah mereka perlahan di telan waktu. Tapi kalau kita berkarya dan buat buku, ada sesuatu yang bisa diceritakan dan disimpan sampai hari tua dan menjadi warisan bagi anak cucu. Dan juga bagi generasi muda kita nanti,” kata Yustinus Pae.

Menurutnya, ide tulisan dalam buku tersebut bersumber dari  ia  dan Bochi, dieksekusi oleh Saepul. Pekerjaannya dilakukan di beberapa kota, karena Saepul selalu ikut di mana Persipura bermain. “Yang mahal itu kebersamaan dan kekeluargaannya,” ucap Tipa.

Dalam waktu dekat, mereka berencana berkunjung ke 29 kabupaten kota di Papua untuk mendistribusikan buku tersebut. “Saya dan Bochi ingin memberikan semangat kepada generasi muda Papua bahwa di tengah pandemi seperti sekarang ini, kami masih tetap bisa berkarya walaupun bukan di lapangan hijau,” ujarnya.

Dua buku terbitan penerbit Aseni yang ditulis oleh Tipa dan Bochi berkolaborasi dengan Saepul Sambas, sudah selesai 100 persen secara legalitas dan siap diedarkan ke publik. Satu edisinya mereka mematok target atau estimasi pendistribusian sebanyak 87.000 buku di pasaran. Mereka berharap buku-buku yang mereka terbitkan ini bisa diterima oleh generasi muda di seluruh Indonesia. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed