oleh

Libatkan Satpol PP, Polda PB Kembali Lakukan Pendisiplinan Pemakaian Masker

MANOKWARI-Polda Papua Barat lewat Satgas Aman Nusa kembali turun ke jalan melaksanakan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan, pemakaian masker. Kali ini polisi tak sendirian tetapi melibatkan personel Satpol PP (Satuan Polisi Pamongpraja) dan Sahabat Polisi.

Aksi pendisiplinan ini juga menindaklanjut Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Rahun 2020. Polisi mengantisipasi adanya massa calon bupati-wakil bupati yang akan menghadiri Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon, Rabu (23/9/2020).

‘’Kami antisipasi dan cegah massa yang ingin hadiri rapat pleno penetapan pasangan calon hari ini. Kalau ada massa kami berhentikan dan disuruh pulang,’’ ujar Kasubsatgas Deteksi Satgas Aman Nusa Polda Papua Barat, Ipda M. Jufri Budi Santoso, di perempatan Makalo Manokwari, kemarin.

Satgas Aman Nusa melaksanakan pendisiplinan pemakaian masker di beberapa titik, di perempatan Haji Bauw Jalan Trikora Wosi dan perempatan Makalo-Jalan Merdeka Fanindi.

Satgas Aman Nusa tak hanya memberhentikan pengendara sepeda motor yang tidak memakai masker. Petugas mencatat nama-nama dan memberi teguran. Ada pula yang diberi sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafalkan Pancasila.

Ipda M. Jufri Budi Santoso mengatakan, saat ini masih dilakukan pendekatan humanis, belum dilakukan penindakan tegas atau pemberian sanksi kepada para pelanggara yang tak memakai masker. Dia berharap masyarakat memiliki kesadaran memakai masker bila keluar rumah karena demi keselamatan diri sendiri.

Pada kesempatan ini pula, Satgas Aman Nusa membagikan foto kopian maklumat Kapolri, serta brosur ancaman pidana bagi yang berkerumun di masa pandemi virus corona (Covid-19). Dicantumkan, bahwa diatur dalam Pasarl 39 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalangi –halangi penyelenggaraan kekarantinaan menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana penjara 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed