oleh

Larangan Mudik, Bandara Sepi

Tidak Lengkapi Dokumen, 4 Orang Penumpang Gagal Terbang

SORONG– Di hari pertama  larangan mudik Lebaran kemarin (6/5), suasana di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong dan di Bandara Rendani , Manokwari Sepi. Dari pantau Radar Sorong, hanya satu maskapai yaitu Garuda Indonesia yang melayani penerbangan rute Sorong-Jakarta. Setelah itu Bandara terlihat sepi kembali karena sudah tidak ada lagi penerbangan dari maskapai lainnya.  Bandara Rendani Manokwari yang biasanya selalu ramai terutama di pagi hingga sore, Kamis (6/5) kemarin sepi. Tak ada aktivitas berarti. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Terlihat hanya beberapa petugas pengamanan bandara atau Aviation Security (AVSEC) yang santai mengobrol.

Moda transportasi termasuk angkutan udara (pesawat) hanya bisa membawa penumpang untuk tujuan khusus, seperti keperluan dinas, orang sakit dan keperluan penting lainnya.

  Suasana sepi paling terasa di pakiran kendaraan terminal bandara. Tak satupun kendaraaan roda empat terlihat.  Padahal biasanya, parkiran Bandara Rendani selalu disesaki mobil berbagai merek. ‘’Memang hari ini tidak ada penerbangan,dari pagi sampai siang ini,’’ ujar petugas bandara ditemui wartawan, kemarin.

Terlihat sedikit kesibukan di gudang kargo. Karyawan perusahaan jasa pengiriman barang masih tampak mengurus barang yang baru datang maupun pengiriman keluar daerah. Sedangkan di apron bandara hanya ada pesawat baling-baling ATR Lion Air.

Hari biasa, sejumlah maskapai penerbangan melayanai Bandara Rendani Manokwari, seperti Lion Air, Batik Air, Garuda, Sriwijaya Air serta penerbangan perintis Susi Air. Ada maskapai yang bahkan terbang dua kali dalam sehari dengan tujuan langsung ke Sorong, Makassar, Jakarta, Surabaya, Yogjakarta dan kota-kota lainnya.

Seperti diketahui, pemerintah mulai memberlakukan larangan mudik Lebaran mulai Kamis kemarin.. Kasubag TU Otoritas Penerbangan (Otban) Wilayah IX  Provinsi Papua Barat Lasmon Hutabalian menegaskan, mulai, 6 Mei hingga 17 Mei diberlakukan penghentikan sementara penerbangan regular. Penerbangan hanya dikhususkan bagi penumpang kepentingan urgen, seperti perjalanan dinas, orang sakit, dan pesawat kargo.

 Walau tak ada penerbangan regular, aktivitas di bandar udara tetap beroperasi seperti biasanya, tetapi hanya saja dikhususkan untuk penerbangan kargo. “Kalau bandara itu tetap open, buka, namun terkait dengan penerbangan berdasarkan peraturan pemerintah tidak ada penumpang yang mudik. Bandara tetap buka untuk layani keadaan khusus atau darurat,” tegasnya lagi.

Mulai Kamis, Satgas Penanganan Covid-19 bersama pihak pengelola bandara mendirikan posko pemantau aktivitas. Pos pemantuan melibatkan stakeholder terkait, pihak bandara, TNI, Polri.

 Sementara itu, secara terpisah,  Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya mengatakan, di hari pertama  kemarin, dari hasil evaluasi memang sudah tersedia Satgas Covid-19 untuk yang bertugas memvalidasi dokumen perjalanan dalam negeri bagi yang dipersyaratkan kepada pengguna jasa. Namun masih banyak yang perlu diperhatikan.  

 Kabandara DEO Sorong, Cece, mengungkapkan bahwa dari 79 calon penumpang Garuda kemarin, ada 4 orang yang tidak bisa berangkat. Karena memang sudah terseleksi kekurangan-kekurangan daripada persyaratan dokumen perjalanan mereka, tidak sebagaimana yang dipersyaratkan. Jadi semacam alakadarnya, seolah-seolah hanya formalitas saja. 

“Kita tidak menghalangi yang beraktivitas, tetapi kita mengingatkan untuk sementara jangan mudik dulu. Karena kondisi wabah ini. Kalau yang beraktivitas karena kebutuhan dari kantornya, monggo silahkan yang penting dipenuhi persyaratan-persyaratanbnya sesuai SE,” ungkapnya.

 Kabandara mengaku bahwa masih banyak masyarakat yang memang memanfaatkan surat perintah tugas. Menurutnya, hal itu merupakan tugasnya Satgas covid-19 untuk validasi dokumen, selama itu memang diizinkan dan disetujui oleh satgas dan tervalidasinya dokumen keberangkatan serta dokumen kesehatannya, berarti yang bersangkutan bisa untuk naik ke pesawat.

  “Adapun 4 orang tidak diijinkan berangkat karena mereka memang kedapatan tidak mengurus SIKM. Ada juga yang surat tugasnya yang tidak menyatakan dengan valid bahwa yang bersangkutan memang berangkat karena memang tugas. Sehingga diambil kesepkatan bahwa yang 4 orang tersebut batal diberangkatkan dan akan mengurus SIKM kemudian berangkat di lain hari,” sambungnya.

Dia mengimbau agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah sebab ini merupakan upaya pencegahan penyebaran covid-19. “Dengan tidak adanya perjalanan mudik ke kampung kita harap bisa mengurangi penyebaran covid-19 yang terjadi,” pungkasnya.

Garuda  hanya Layani Penumpang dengan Kepentingan Mendesak

Sementara itu, GM Garuda Sorong Agny Gallus Pratama mengatakan Garuda di Sorong beroperasi dari tanggal 6 sampai tanggal 10 Mei. Lanjut lagi tanggal 16-17 Mei. Ini untuk periode larangan mudik. Sehingga tanggal 11 sampai 15 Mei Garuda tidak melayani penerbangan karena melihat dari arus untuk perjalanan yang dinas itu sudah tidak memungkinkan diakomodir di tanggal-tanggal tersebut. 

“Karena perjalanan dinas jarang yang dilakukan menjelang lebaran, biasanya H minus berapa kita masih ada. Sehingga kami juga menyesuaikan terkait dengan hal tersebut untuk di Sorong. Untuk Senin dan Jumat Sorong-Jakarta transit Makassar sementara hari lain langsung Sorong-Jakarta dan hanya sekali penerbangan dalam sehari,” jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (6/5).

 Menurutnya, Diberlakukan larangan mudik berpengaruh pada pendapatan, karena biasanya Garuda pada hari normal sangat maksimal. Kalau saat ini memang tidak maksimal, tetapi artinya Garuda memang hanya mengakomodir untuk penumpang dengen kepentingan mendesak, dengan menunjukan syarat yang sudah ada pada surat edaran. “Misalnya sakit dan harus berobat, perjalanana dinas, kunjungan duka keluarga. Surat ijin perjalanan dari instansi, SIKM dan surat keterangan kesehatan negative Covid-19,” katanya.

“Jika tidak memenuhi syarat dan di suruh satgas untuk melengkapi tapi dia sudah membeli tiket maka dia bisa rubah tanggal yang penting sebelum waktu pesawat terbang. Jadi sebelum terbang sudah melapor ke kami, sehingga nanti bisa diproses untuk merubah tanggal,” sambungnya.

Agny Gallus Pratama  mengatakan bahwa sejak tahun 2020 Garuda konsisten menerapkan system seat distancing hingga saat ini di masa pandemic Covid-19. “Untuk hari ini pertama Garuda melayani 70an penumpang dengan GA Boeing 737-800NG kapasitasnya 162 tetapi karena social distancing jadi maksimalnya hanya 94 saja,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada penumpang yang menjalankan fungsi terkait dengan kedinasan ataupun fungsi terkait dengan hal-hal yang sifatnya urgent, baik itu urusan kesehatan dan sebagainya sesuai dengan surat edaran satgas. Agar dapat melengkapi administrasinya itu selengkap-lengkapnya. Sehingga nanti petugas satgas juga dapat terbantu terkait dengan kelengkapan dokumen yang ada. Kemudian penumpang juga harus perhatikan ada surat pernyataan yang harus ditandatangani untuk dikumpulkan nanti pada check-in dari Garuda Indonesia. 

“Dimana penumpang sudah mendapatkan SMS blast ataupun wa ataupun email untuk dapat diprint terlebih dahulu. Sehingga nanti pada saat check-in. Kemudian pastikan penumpang datang ke bandara itu kurang lebih 2 jam sebelum penerbangan. Kalau penerbangan kita itu kan jam 8.25 pagi sehingga jam 6 atau setengah 7 itu sudah datang di area bandara. Karena kita sifatnya harus ontime. Kita sesuai satu pintu dengan tim satgas Kota Sorong. Kalau validasinya tertolak maka kita akan menolak check-in penumpang tersebut,” tegasnya. (lm/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed