oleh

Lapas Sorong Berlebih Kapasitas

-Metro-70 views

SORONG- Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sorong Gustaf N.A. Rumaikewi mengatakan, hingga saat ini, meskipun kebijakan pengeluaran dan pembebasan warga binaan melalui asimilasi dan integrasi sudah dilakukan oleh lapas dan rutan, namun pihaknya masih mengalami kelebihan kapasitas.

“Total jumlah tahanan dan narapidana yang ada di Lapas Sorong sebanyak 468 orang, ini sebenarnya over kapasitas. Karena seharusnya Lapas Sorong kapasitasnya hanya mampu menampung 240 orang,” bebernya.

Kondisi tersebut, sambung Gustaf, tentu berdampak pada kurang optimalnya pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan. Namun demikian, di tengah keterbatasan tersebut Pemerintah terus berupaya mengubah paradigma pelayanan pemasyarakatan menjadi lebih cepat, akurat dan tepat sasaran, dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi. Sehingga dapat mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transparansi dan kepastian hukum.

“Saya imbau kepada warga binaan agar tidak lagi khawatir tentang hak-hak, sepanjang memenuhi syarat yang telah ditentukan. Kepada warga binaan harus terus berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk program pembinaan dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib, serta melanggar hukum di dalam LP. Sehingga menjadi bekal mental positif untuk kembali ke masyarakat,” tutup Kalapas. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed