oleh

Lapangan Hocky Bakal ‘Disulap’ jadi Stadion Megah

-Berita Utama-1.272 views

Walikota Resmikan Tribun Utama Lapangan Hocky yang Dinamai Tribun Bawela

SORONG-Walikota Sorong Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM meresmikan Tribun Utama Lapangan Hocky Kota Sorong, Jumat (9/8). Peresmian ditandai penandatanganan prasasti serta  penyerahan kunci kepada Danlantamal XIV/Sorong yang diwakili Danpom Lantamal XIV/Sorong Letkol Laut (PM) Hotma Tua,SH,MH.

Dalam kesempatan ini, Walikota menyampaikan bahwa banyak aset atau fasilitas publik yang dibangun di Kota Sorong agar digunakan untuk  kepentingan seluruh masyarakat. Namun disayangkan, banyak masyarakat Kota Sorong yang tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah daerah. “Tribun ini sudah dibangun dengan sangat bagus dan biaya yang besar. Sebagai Walikota Sorong, saya berpesan agar seluruh masyarakat Kota Sorong wajib hukumnya untuk ikut menjaga dan mengamankannya,” kata Lambert Jitmau seraya menambahkan bahwa  Tribun Utama Lapangan Hocky ini diberini nama Tribun Bawela. 

Untuk mengamankan dan menjaga aset Tribun Bawela lanjut Walikota, pihaknya menggandeng Danpom Lantamal XIV/Sorong yang berkantor tepat di sebelah Lapangan Hocky. Hak-hak dan kewajiban pihak yang diberi tanggung jawab untuk menjaga, akan diatur dan dianggarkan dengan baik.  “Tidak hanya itu, dalam waktu dekat saya akan  merubah Lapangan Hocky menjadi satu-satunya stadion yang termegah di Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.

Diakuinya, hal ini dilakukannya mengingat beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa Stadiun Wombik di Km 16 yang dulunya menjadi milik Pemkot Sorong, sudah diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Sorong dan ia mengalah  melepaskan Stadion Wombik kepada orang lain. “Mengalah bukan karena kalah. Kadis PU dan Kadis Olahraga harus buat perencanaan agar Lapangan Hocky dijadikan stadion. Kita akan rombak supaya yang lain tidak berfungsi tapi hanya berfungsi disini. Semua demi kepentingan dan kemajuan Kota Sorong,” tegasnya.

Lambert mengatakan, tribun diberi nama Tribun Bawela Kota Sorong, sebab merupakan  nama salah satu suku Moi yang sudah punah tapi akan tetap dilestarikan namanya. Tribun ini satu atau dua bulan masih bagus, tapi dirinya  ragu jika dalam  3 bulan kedepan dan seterusnya tribun ini pasti sudah rusak kalau tidak diamankan dan dijaga dengan baik. “Karena banyak tangan jahil yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Tribun Bawela sepanjang 50 meter dan lebar 10 meter, dibangun dalam dua tahap pembangunan. Untuk tahap pertama dikerjakan oleh CV Jusnic dengan menelan anggaran sebesar Rp 700 juta, dan tahap kedua dikerjakan oleh PT Hendrian dengan anggaran yang tidak disebutkan.

Sekertaris Komisi B DPRD Kota Sorong, Decky Wamea mengapresiasi Wali Kota Sorong yang telah menggunakan nama Bewela untuk tribun karena hal ini sudah sejalan dengan Raperda Nomor 2 tahun 2019 terkait dengan Branding City yakni Kota Berbasis Budaya. “Kami DPRD memberi apresiasi kepada bapak wali karena telah menghargai budaya orang Moi dengan memberikan nama Tribun Bawela,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed