oleh

Lambert Tak Gentar Maju Pilgub

SORONG – Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM menyatakan setiap warga negara mempunyai hak dicalonkan untuk maju sebagai calon kepala daerah. Nantinya masyarakat yang menentukan siapa pemimpinnya, karena itu sebagai anak bangsa harusnya sama-sama saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan. “Jangan membenci antar satu dengan yang lain. Maju itu hak warga negara seluas-luasnya,” kata Lambert Jitmau kepada wartawan, Rabu (10/3).

Lambert mengatakan, misalkan beredar isu bahwa Bernard Sagrim ingin maju calon gubernur, Gabriel Asem juga atau Dominggus Mandacan sebagai incumbent, pastinya ia mendukung. Semua itu hak masing-masing seseorang, tinggal masyarakat yang nanti menentukan, rakyat sudah cerdas, rakyat ‘tidak buta’. “Semua warga negara mempunyai hak, maju. 3-4 orang maju, kakak saya, pak Gub Mandacan maju saya dukung. Ada yang ramai-ramai bilang pak Bernard Sagrim maju, saya dukung. Pak Gabriel Assem maju, saya dukung. Kalau saya maju, saya juga bisa maju. Kita semua maju, bukan kita menentukan diri kita untuk menang, itu tidak. Yang penting memenuhi persyaratan majulah. Kata lagu ‘maju tak gentar’, maju saja. Persoalan terpilih atau tidak, dikembalikan ke rakyat. Rakyat ini mata tidak buta, rakyat melihat semua figur, sekali melihat, seribu kali percaya, menentukan pilihan,” jelasnya.

Wali Kota Sorong ini mengharapkan, sebagai anak bangsa agar tidak saling menjatuhkan, melainkan saling mendukung karena masing-masing yang akan maju nanti adalah semua mantan pejabat di daerahnya masing-masing. “Tahun 2024 itu kami semua mantan kepala daerah dari gubernur, wali kota, sampai bupati. Kita tengok kembali apa yang kami buat selama menjadi pemimpin di daerah masing-masing, itu indikator, bukan karena bicara-bicara,” tandasnya.

Lambert menyebutkan, sesuai undang-undang bahwa pelaksanaan pilkada serentak akan berlangsung di bulan November 2024, sehingga apabila hari ini ada yang ingin melakukan kampaye itu hanya pemborosan karena masih 3 tahun lagi. “Pemilukada dilaksanakan tahun 2024 di bulan November, lama itu. Kalau start hari ini kan capek juga itu, kalau hari ini kau main bola di lapangan sampai 3 tahun kan capek itu,” ujarnya sembari tersenyum.

Setelah terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat dalam Musda III Golkar Papua Barat belum lama ini, Lambert merasa ada begitu banyak fitnahan dan cemohan yang dialamatkan kepadanya terkait Pilgub Papua Barat nanti. “Jangan saling cari kesalahan, saling fitnah. Kalau sudah begitu, melanggar hukum Tuhan itu,” tukasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed