oleh

‘Lambang Daerah Tambrauw Bukan Hak Cipta Hermanus Kmur’

SAUSAPOR – Menyikapi pemberitaan di salah salah satu media bahwa lambang daerah Kabupaten Tambrauw yang dipakai Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw saat ini merupakan hak cipta Hermanus Kmur, dibantah dengan tegas oleh Bupati Kabupaten Tambrauw Gabriel Asem,SE,MSi. Gabriel menjelaskan menyatakan, lambang daerah Kabupaten Tambrauw bukan merupakan hak cipta Hermanus Kmur, melainkan 5 pemenang bersama dari hasil seleksi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2010 lanjut Gabriel, Pemerintah Kabupaten Tambrauw melaksanakan sayembara lambang daerah yang diikuti kurang lebih 250 peserta seluruh Indonesia. 

Dari seluruh peserta sayembara, ditetapkan 34 peserta yang hasil karyanya bisa memuat atau mencerminkan ciri khas daerah Kabupaten Tambrauw. “Dari 34 peserta, ada 5 pemenang yang diputuskan menjadi pemenang bersama. Dari 5 orang itu, tidak ada nama Hermanus Kmur. Jadi sangat disayangkan kalau lambang daerah yang sedang digunakan diklaim oleh saudara Hermanus Kmur sebagai penciptanya,” jelas Bupati Tambrauw.

Dikatakannya, semua unsur atau lambang yang terdapat pada logo Kabupaten Tambrauw, diambil dari hasil karya peserta-peserta yang lolos kemudian digabungkan, maka jadilah logo Kabupaten Tambrauw yang sekarang digunakan. Masing-masing lambang yang ada, semua mempunyai arti dan makna yang saat diputuskan bersama-sama oleh peserta atau pemenang dan dewan juri yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah dan akademisi. “Logo Kabupaten Tambrauw merupakan gabungan dari hasil karya para pemenang, digabungkan menjadi satu logo Kabupaten Tambrauw yang saat ini digunakan,” tandasnya.

Menurut Gabriel, logo Kabupaten Tambrauw digunakan karena sudah melalui proses dan prosedur yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. “Tidak mungkin kami pemerintah Kabupaten Tambrauw menggunakan lambang daerah mengambil atau mengutip dari hak cipta orang maupun kelompok-kelompok yang ada. Kenapa pemerintah daerah melakukan sayembara, agar bisa memuat semua unsur yang menjadi ciri khas daerah dapat termuat didalam logo tersebut,” tegasnya. (raf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed