oleh

Lagi, Warga Tuntut Bantuan

SORONG – Puluhan warga mendatangi Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (21/1), menuntut bantuan program tangan kasih Pemprov Papua Barat. Sehari sebelumnya, warga mendatangi kantor Wali Kota Sorong guna menemui Wali Kota Sorong,Drs.Ec Lambert Jitmau,MM untuk menyampaikan keluhan mereka akibat tidak diterimanya berkas persyaratan menerima bantuan Tangan Kasih.

Pantauan Radar Sorong, Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM yang baru tiba di lobby kantor walikota, terkejut mendengar teriakan bersahut-sahutan dari warga yang menggelar aksi di depan kantor walikota. ”Bapa wali-bapa wali, lihat kita dulu masyarakat ini,” sahut warga beramai-ramai.

Wali Kota kemudian mengajak Kabag Protokoler Biro Humas Pemprov Papua Barat, Helen Frinda, menemui warga, untuk memperlihatkan bahwa bantuan dari Pemprov membuat warganya merasakan kecemburuan sosial karena ada yang dapat bantuan sementara yang lainnya tidak. 

Saat menemui warga, orang nomor satu di Kota Sorong ini menjelaskan bahwa bantuan Tangan Kasih merupakan program Pemerintah Provinsi Papua Barat. ”Bantuan Tangan Kasih merupakan bantuan pak gubernur. Kewenangan pak gubernur, kita tidak bisa intervensi. Saya sarankan saja. Ini contoh soal, yang terima 1.000 sampai 2.000, sedangkan yang datang ini bisa sampai ratusan ribu, jadi ini bumerang,” kata Lambert mencontohkan. 

Ia mengingatkan masyarakat jangan salah menafsirkan meminta bantuan kepada Wali Kota Sorong, karena Disnaker Kota Sorong hanya sebagai tempat menyalurkan bantuan dari pemerintah Provinsi Papua Barat dalam program bantuan tangan kasih. ”Kenapa kantor Disnaker itu pintu ditutup, karena memang arahan dari Pemprov yang terima bantuan hanya 1.000 lebih, kalau masyarakat banyak datang, nanti dia mau jawab apa,” tukasnya.

Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan saat peresmian Pastori GKI Syaloom mengatakan,  total yang menerima bantuan dari Program Tangan Kasih Pemprov Papua Barat sebanyak 52.317 orang di 12 Kabupaten dan 1 Kota. Data penerima bantuan didapatkan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat, dan semua Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota membantu memberikan data penerima bantuan. “Jadi bantuan ini buat mereka yang di-PHK, dirumahkan, yang mata pencahariannya hilang akibat dampak Covid-19. Tapi ada usaha-usaha kecil juga yang perlu kita membantu. Nah data-data tersebut yang kita dapatkan dari Dinas Ketenagakerjaan,” kata gubernur. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed