oleh

Lagi, Pemalsuan SIKM Ditemukan

SORONG-Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Sorong mendapati 3 kasus pelaku perjalanan dengan menggunakan KM Labobar ke Kota Sorong. Tiga Kasus tersebut diantaranya, 1 kasus pemalsuan surat izin masuk dan dua kasus tidak adanya surat izin masuk, ungkap Sekertaris Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, kepada awak media di Pelabuhan Sorong, usai melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dengan KM Labobar dari Ternate, Maluku Utara, Sabtu (4/7).

Sebelumnya pada Kamis (2/7), Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong saat melakukan pemeriksaan dokumen penumpang yang memasuki Kota Sorong yang dipimpin dipimpin Sekertaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone, mendapati seorang oknum anggota TNI berinisial AR diduga memalsukan Surat Keterangan Izin Masuk (SKIM) dari Makassar menuju Kota Sorong dengan KM Gunung Dempo, Kamis (2/7) sekitar pukul 04.40 WIT.  Pemalsuan SKIM tersebut dengan cara mengganti nama pemilik SKIM dengan oknum TNI tersebut.

Selain oknum TNI, didapati juga pemalsuan SKIM oleh mahasiswa asal Jogja berinsial EW dan satu keluarga berjumlah 3 orang diantaranya suami, istri dan anak berusia 5 tahun yang diketahui berasal dari Surabaya.

Sekertaris Gustu Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone yang memimpin pemeriksaan membenarkan adanya temuan pemalsuan SKIM Kota Sorong oleh beberapa penumpang KM Gungung Dempo, salah satunya oknum anggota TNI. Herlin mengungkapkan bahwa dari hasil pengawasan yang dilakukan Tim Gustu Covid-19, terdapat 3 temuan diantaranya ada beberapa pelaku perjalanan tidak memiliki izin masuk.

“Diantaranya pasangan suami-istri dimana suaminya merupakan anggota TNI berinisial AR dari Makassar yang diduga melakukan pemalsuan data surat izin masuk dan akan kami telurusi SKIM tersebut sebab ada perbedaan bentuk huruf dalam SKIM tersebut. Untuk proses selanjutnya, sudah diserahkan ke satuannya,” jelas Herlin Sasabone kepada wartawan, kemarin.

Herlin mengatakan, pemalsuan identitas yang diduga dilakukan oknum TNI ini, adalah SKIM yang digunakan untuk masuk, bentuk hurufnya berbeda sehingga pihaknya memprediksi kemungkinan ada penggantian surat izin masuk, mungkin mengganti yang sesungguhnya bukan namanya namun diganti dengan namanya. “Kami lagi sementara memeriksa izin masuk yang sebenarnya dengan nomor surat tersebut sebenarnya atas nama siapa. Oknum anggotanya sudah di kesatuan dan sudah kami serahkan, tujuan dia ke Sorong untuk dinas,”terangnya.

Sementara itu, izin masuk mahasiswa berinisial EW asal Jogja sebenarnya sudah memiliki izin masuk kolektif yang tergabung dalam 49 mahasiswa yang diizinkan oleh Wali Kota Sorong, akan tetapi mahasiswa tersebut merencanakan sendiri izin masuknya dengan mengubah izin masuknya dengan mengganti nama pribadinya.  “Dan 1 keluarga terdiri dari seorang bapak, ibu dan anak dari Surayaba, mereka tidak memiliki izin masuk tapi menggunakan izin masuk khusus yang dimiliki oleh mahasiswa. Ketiga orang ini, oleh tim Gugus Tugas dikembalikan ke kapal dan mereka akan melanjutkan perjalanan ke Manokwari dan mencari cara untuk memiliki SKIM dan masuk ke Kota Sorong,” terangnya.

Dikonfirmasi terkait dugaan pemalsuan izin memasuki Kota Sorong oleh oknum anggotanya, Komandan Batalyon (Danyon) 764 Lamba Baua Kaimana Letkol Inf. Chairi Suhanda mengatakan jika personelnya tersebut ditipu oleh calo saat berada di Pelabuhan Makassar.  “Ceritanya personel kami ini minta tolong kepada seseorang di Makassar. Ternyata orang yang diminta tolong ini calo, akhirnya personel kami ini menjadi korban bersama istrinya termasuk beberapa penumpang lain. Sekarang lagi diurus di Sorong,” jelas Danyon.

Danyon menyatakan, jika terbukti melakukan pelanggaran maka personel tersebut akan diproses sesuai prosedur yang berlaku di Batalyon 764 Lamba Baua Kaimana. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap personel tersebut, apakah menjadi korban atau memang disengajakan.  “Nanti akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku disini (Batalyon,red). Tetap kita proses sesampainya di Kaimana, sementara kami lagi mengurus untuk dia bisa kembali ke kesatuan,” kata Chairi Suhanda. (juh/fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed